Polisi Selidiki Kematian Mahasiswa UGM dan Keluarganya saat Kemah di Temanggung, Diduga Keracunan

Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
LOKASI KEJADIAN: Petugas mengevakuasi jenazah sekeluarga yang meninggal dunia saat glamping di Temanggung. 

Ringkasan Berita:
  • Polres Temanggung masih menyelidiki penyebab kematian empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal saat berkemah di lokasi wisata.
  • Petugas menemukan para korban sudah kaku di dalam tenda setelah tidak merespons panggilan sejak pagi hari.
  • Polisi menduga sementara korban mengalami keracunan makanan, namun penyebab pasti masih menunggu hasil autopsi.

 

TRIBUNJOGJA, TEMANGGUNG - Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, Jawa Tengah, masih menyelidiki kasus meninggalnya empat orang dalam satu rombongan yang ditemukan tidak bernyawa saat berkemah di salah satu lokasi wisata di Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5/2026).

Keempat korban diketahui merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka masing-masing berinisial M H M (52), laki-laki, M (43), perempuan, A E H (17), pelajar, serta B A H (21), pelajar atau Bagas Amar Hakiki yang ternyata merupakan mahasiswa Sastra Perancis Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selidiki penyebab kematian korban

Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya para korban.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh petugas pengelola wisata yang merasa curiga karena tenda yang ditempati korban dalam kondisi tertutup sejak pagi hari.

Kecurigaan semakin kuat saat petugas mendatangi lokasi sekitar pukul 11.45 WIB untuk memberitahukan waktu check out sekaligus melakukan pembersihan area camping. Namun saat dipanggil, tidak ada jawaban dari penghuni tenda.

“Petugas yang bertugas di lokasi wisata tersebut memberitahu korban untuk segera check out karena mereka akan melakukan pembersihan di lokasi. Karena tidak ada jawaban dari korban, petugas kembali mendatangi lokasi dan membuka pintu tempat camping,” kata Iptu I Komang Mahendra Deputra.

Petugas kemudian kembali melakukan pengecekan sekitar pukul 15.00 WIB. Karena tetap tidak ada respons dari dalam tenda, pintu akhirnya dibuka secara paksa.

“Setelah dibuka pintu terlihat keempat korban sudah kaku di lokasi kejadian,” ujarnya.

Autopsi

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat kepolisian. Tim Satreskrim Polres Temanggung bersama Inafis dan tenaga medis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi korban.

Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung untuk menjalani pemeriksaan autopsi oleh tim medis dan DVI Polda Jawa Tengah.

“Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian mengevakuasi para korban ke RSUD Temanggung untuk dilakukan autopsi. Dari hasil tersebut nantinya akan diketahui penyebab keempat wisatawan ini meninggal dunia,” tambahnya.

Dugaan sementara

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa peralatan barbeque dan sisa bahan makanan yang dibawa sendiri oleh korban selama berkemah.

Meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi, polisi menduga sementara para korban mengalami keracunan makanan.

“Dugaan sementara mereka keracunan makanan,” kata Iptu Komang.

Kasus tersebut sontak menggegerkan masyarakat Temanggung dan Kabupaten Semarang karena seluruh korban merupakan satu keluarga yang sedang berlibur bersama.

Hingga Kamis (28/5/2026), area lokasi kejadian masih dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami kemungkinan faktor lain yang menyebabkan tragedi tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved