Dituduh Selingkuh, Pria di Magelang Tewas seusai Dikeroyok 5 Orang
Korban ditemukan dalam kondisi tidak berdaya, luka-luka di Perumahan Koda Jaya, Jogonegoro, Mertoyudan
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Kasus dugaan perselingkuhan berujung pengeroyokan menyebabkan seorang pria di Magelang meninggal.
- Istri korban menemukan suaminya dalam kondisi babak belur di sebuah perumahan di wilayah Mertoyudan.
- Polisi telah menangkap empat pelaku, satu lainnya masih DPO
- Dugaan sementara, motif pengeroyokan dipicu dugaan hubungan asmara antara korban dengan istri salah satu tersangka yakni RG.
- Dari hasil rumah sakit, diketahui korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat pukulan benda keras.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Kasus dugaan perselingkuhan berujung pengeroyokan menyebabkan seorang pria di Magelang, Jawa Tengah, meninggal dunia.
Polresta Magelang telah menetapkan lima orang tersangka untuk mengusut kasus tersebut. Sebanyak empat tersangka telah diamankan, satu lainnya masih buron.
Laporan istri korban
Wakasat Reskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Rianto, mengatakan peristiwa ini bermula dari laporan istri korban pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Pelapor yang merupakan warga Kajoran menemukan suaminya, berinisial KK (33), dalam kondisi babak belur di sebuah perumahan di wilayah Mertoyudan.
“Korban ditemukan dalam kondisi tidak berdaya, luka-luka di Perumahan Koda Jaya, Jogonegoro, Mertoyudan,” ujarnya," Jumat (20/2/2026).
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sempat mendapatkan perawatan medis. Namun, pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Tidar Magelang.
Polisi tangkap pelaku
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan satu pelaku berinisial ANH (40), warga Tuguran. Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi kekerasan terhadap korban dilakukan secara bersama-sama oleh total sebanyak lima orang.
“Empat pelaku sudah kami amankan, sementara satu lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO),” jelasnya.
Tersangka lain telah menyerahkan diri ke polisi, yakni NAP (37), warga Wates, Kota Magelang; RG (33), warga Jogonegoro, Mertoyudan; dan MA (35), warga Kalinegoro, Mertoyudan.
Motif: Dugaan perselingkuhan
Polisi mengungkap, motif pengeroyokan dipicu dugaan hubungan asmara antara korban dengan istri salah satu tersangka yakni RG.
Kecurigaan itu muncul setelah RG menemukan indikasi perselingkuhan melalui akun TikTok istrinya.
Setelah memastikan identitas korban, pelaku RG bersama MA dan NAP menjemput korban di rumahnya di Kajoran pada Senin siang. Korban kemudian dibawa ke rumah ANH di wilayah Tuguran.
Di lokasi tersebut, korban diinterogasi dan mengakui memiliki hubungan dengan istri pelaku. Hal itu kemudian memicu aksi kekerasan secara bersama-sama.
“Awalnya tiga pelaku menjemput korban, kemudian bertambah dua pelaku lainnya, sehingga total lima orang melakukan pengeroyokan,” ungkapnya.
| Sadis! Cuma Gara-gara Suara Knalpot, Gerombolan Pemuda di Sleman Bakar Motor Korban Pakai Petasan |
|
|---|
| Hari Jadi Kota Magelang Usung Tema Satu Langkah, Satu Harmoni, Menuju Kota Magelang Peduli dan Asri |
|
|---|
| Minat Pendaftar SNPMB Universitas Tidar Meningkat |
|
|---|
| Warga Siapkan Liang Lahat, Sertu Ichwan Dimakamkan Secara Militer di Kampung Halaman di Magelang |
|
|---|
| Pesan Terakhir Sertu Ichwan sebelum Gugur kepada Istrinya: Terima Kasih Sudah Jadi Istri dan Ibu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-pengeroyokan-anak.jpg)