RSUD Candi Umbul Bangun Gedung KRIS Rp11,99 Miliar, DPRD Minta Gedung Harus Berkualitas

Pembangunan gedung rawat inap berstandar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Candi Umbul, Grabag, Kabupaten Magelang mulai berjalan.

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
SIDAK - Komisi III DPRD Kabupaten Magelang sidak rumah sakit Candi Umbul Kabupaten Magelang. 
Ringkasan Berita:
  • Pembangunan gedung rawat inap berstandar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Candi Umbul, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang mulai berjalan.
  • Menurut ‎Direktur RSUD Candi Umbul, dr. Tatang Kurniawan, gedung baru yang dibangun terdiri atas dua lantai dengan luas sekitar 1.600 meter persegi. Di dalamnya akan tersedia 34 ruang rawat inap yang dirancang dengan konsep satu kamar untuk satu pasien.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pembangunan gedung rawat inap berstandar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Candi Umbul, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang mulai berjalan.

Proyek senilai Rp11,99 miliar tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus persiapan rumah sakit untuk memenuhi standar pelayanan nasional dan menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

‎Direktur RSUD Candi Umbul, dr. Tatang Kurniawan, mengatakan gedung baru yang dibangun terdiri atas dua lantai dengan luas sekitar 1.600 meter persegi. Di dalamnya akan tersedia 34 ruang rawat inap yang dirancang dengan konsep satu kamar untuk satu pasien.

‎“Konsep KRIS yang kami bangun adalah satu pasien satu kamar dengan fasilitas kamar mandi di dalam. Ini tentu akan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien selama menjalani perawatan,” kata Tatang saat mendampingi kunjungan Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Selasa (2/6/2026).

‎Ia menjelaskan, pembangunan tersebut bukan hanya untuk menambah kapasitas tempat tidur, tetapi juga sebagai bagian dari pemenuhan standar pelayanan rumah sakit yang saat ini terus ditingkatkan.

‎“Ke depan kapasitas tempat tidur akan bertambah sehingga rumah sakit mampu melayani lebih banyak masyarakat. Selain itu, gedung ini juga menjadi bagian dari pemenuhan standar akreditasi dan persyaratan kerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

‎Menurut Tatang, proyek dengan nilai kontrak Rp11.990.000.000 itu mulai dikerjakan pada 23 Mei 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 220 hari kalender. Selain gedung rawat inap, pembangunan juga mencakup jembatan penghubung yang akan mengintegrasikan gedung baru dengan fasilitas pelayanan yang telah ada.

‎Ia mengakui tantangan terbesar dalam pembangunan tersebut adalah waktu pelaksanaan yang relatif singkat dibanding kompleksitas pekerjaan konstruksi rumah sakit.

‎“Yang menjadi tantangan adalah waktu pengerjaan. Karena bangunan rumah sakit memiliki spesifikasi yang berbeda dengan bangunan biasa, maka pengawasan harus dilakukan secara ketat agar kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

‎Tatang juga mengungkapkan bahwa kebutuhan penambahan fasilitas rawat inap semakin mendesak karena jumlah pasien yang datang ke RSUD Candi Umbul terus meningkat.

‎“Kalau dibandingkan awal tahun, jumlah pasien yang kami layani saat ini hampir dua kali lipat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit semakin meningkat,” katanya.

Tambah sejumlah dokter spesialis

‎Untuk mendukung peningkatan layanan, RSUD Candi Umbul juga telah menambah sejumlah dokter spesialis.

‎“Kami sudah memiliki dokter spesialis obstetri dan ginekologi, bedah, anestesi, radiologi, serta kesehatan jiwa. Penambahan tenaga medis ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

‎Meski demikian, rumah sakit masih menunggu proses akreditasi sebelum dapat melayani peserta BPJS Kesehatan.

‎“Kami berharap akhir Juni nanti proses akreditasi sudah bisa dimulai setelah fasilitas-fasilitas pendukung seperti instalasi gizi, IPSRS, laundry, dan CSSD atau ruang sterilisasi selesai dibangun,” kata Tatang.

‎Pembangunan gedung KRIS tersebut mendapat perhatian khusus dari Komisi III DPRD Kabupaten Magelang. Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan ke lokasi proyek, para legislator memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan tidak mengorbankan kualitas.

‎Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Prihadi, menyoroti adanya penurunan nilai kontrak dibandingkan pagu anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

‎“Saya tadi menanyakan nilai kontraknya karena ingin mengetahui secara detail. Harapan kami, dengan adanya penurunan harga yang cukup besar, jangan sampai mengurangi kualitas pekerjaan. Itu yang paling penting,” tegas Prihadi.

RSUD harus berkualitas 

‎Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan harus benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.

‎“Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah fasilitas yang nantinya digunakan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu kualitas harus menjadi prioritas utama,” katanya.

‎Prihadi menegaskan Komisi III akan terus menjalankan fungsi pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

‎“Kami akan terus memantau. Jangan sampai ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Kami ingin memastikan anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Magelang,” ujarnya.

‎Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Islakhudin, menyampaikan hal senada. Menurutnya, pengawasan dilakukan agar proyek berjalan sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

‎“Kami ingin memastikan proyek ini berjalan sesuai spesifikasi dan tidak menimbulkan keluhan masyarakat. Fungsi kami adalah melakukan pengawasan agar anggaran yang sudah dialokasikan benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas,” kata Islakhudin.

‎Ia menilai keberadaan gedung KRIS akan menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan layanan kesehatan di wilayah utara Kabupaten Magelang.

‎“Kalau fasilitasnya baik, pelayanan meningkat, tentu masyarakat yang akan merasakan manfaatnya secara langsung,” tambahnya.

Progres pembangunan minggu kedua 

‎Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Agung Purwadi, menilai progres pembangunan pada minggu kedua pelaksanaan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

‎“Setelah kami melihat langsung di lapangan, progres pekerjaan pada minggu kedua ini cukup bagus. Namun kami tetap mengingatkan agar pekerjaan bisa dipercepat,” katanya.

‎Menurut Agung, percepatan perlu dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan yang berpotensi menghambat pekerjaan konstruksi.

‎“Kami menghimbau agar pekerjaan segera dimaksimalkan sebelum musim hujan tiba. Kalau hujan datang lebih awal, tentu bisa menghambat pekerjaan dan berpengaruh terhadap target penyelesaian yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

‎Dengan pembangunan gedung rawat inap standar KRIS tersebut, RSUD Candi Umbul diharapkan semakin siap menjadi rumah sakit rujukan yang representatif bagi masyarakat wilayah utara Kabupaten Magelang. Selain menghadirkan ruang perawatan yang lebih nyaman, proyek ini juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan mudah diakses masyarakat.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved