Buka File APK, Rp1,3 Miliar di Rekening Wakil Ketua DPRD Batang Lenyap Cepat

Hanya hitungan jam, dana miliaran rupiah milik Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah raib dari rekening miliknya di salah bank himbara.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jateng/Tito Isna Utama
WAKIL KETUA DPRD BATANG - Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah saat di temui di kantor Bulog Cabang Batang. 

Ringkasan Berita:
  • Dana Rp1,3 miliar milik Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah raib, tersisa Rp100 ribu. Uang diduga hilang setelah ponselnya diretas usai membuka file APK undangan pada 20 Januari 2024.
  • Setelah aktivasi ulang m-banking, muncul notifikasi akses dari perangkat lain. Rekening kemudian tercatat transfer bertahap ke sejumlah bank dalam waktu singkat.
  • Bank menyebut penanganan di pusat. Korban berharap investigasi transparan, karena dana yang hilang juga titipan petani rekan usahanya.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BATANG - Hanya hitungan jam, dana miliaran rupiah milik Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah raib dari rekening miliknya di salah bank himbara.

Uang sebesar Rp 1,3 miliar yang tersimpan di rekening tiba-tiba hanya tersisa Rp 100 ribu saja.

Hilangnya uang miliaran rupiah itu diduga karena dibobol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan meretas handphone Junaenah.

Dikutip dari Tribun Jateng, peretasan yang berujung pembobolan rekening ini terjadi pada 20 Januari 2024 silam.

Junaenah mengaku awalnya dirinya mendapatkan file undangan berbentuk APK melalui handphone miliknya.

File APK adalah format berkas instalasi aplikasi untuk sistem operasi Android.

APK merupakan singkatan dari Android Package Kit, yaitu paket yang berisi seluruh komponen aplikasi seperti kode program, gambar, ikon, dan file pendukung lainnya. 

Saat pengguna mengunduh aplikasi dari Google Play Store, sebenarnya sistem sedang memasang file APK secara otomatis di perangkat.

File APK juga bisa diunduh dan dipasang secara manual di luar Play Store, misalnya untuk mencoba versi tertentu atau aplikasi yang belum tersedia resmi.

Namun, pengguna perlu berhati-hati karena APK dari sumber tidak terpercaya berisiko mengandung malware atau virus. Karena itu, pastikan hanya mengunduh file APK dari situs yang aman dan tepercaya.

Oleh Junaenah, file itu dibukannya dan handphone miliknya langsung tidak merespons atau hang.

Keesokan harinya, ponsel tersebut tidak bisa dioperasikan.

Merasa ada hal yang tidak wajar, ia segera memblokir layanan digital banking dan menghapus seluruh aplikasi perbankan dari perangkatnya.

Langkah itu sempat membuatnya merasa aman.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved