Misteri Glamping Maut Temanggung, Dugaan Penyebabnya Mengerucut ke Dua Faktor Ini

Polisi menduga para korban meninggal dunia tidak lama setelah melakukan aktivitas memasak dan menyantap hidangan barbeku

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra De Putra saat memberi keterangan kepada media. 

Ringkasan Berita:
  • Polres Temanggung menyelidiki kematian satu keluarga (empat orang) asal Semarang saat glamping di Desa Tlahab pada Rabu (27/5/2026).
  • Hasil autopsi awal terhadap korban AEH (17) menunjukkan dua kemungkinan kuat penyebab kematian: keracunan makanan atau keracunan gas sisa pembakaran barbeku.
  • Polisi menyita sisa makanan barbeku, kompor portabel, dan tungku briket dari tenda guna uji laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti.

 

TRIBUNJOGJA.COM, TEMANGGUNG - Kepolisian Resor Temanggung masih mendalami kasus meninggalnya satu keluarga saat menjalani kegiatan glamping di salah satu objek wisata di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian empat korban yang diduga mengalami keracunan usai melakukan aktivitas barbeku di area tenda glamping.

Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra De Putra, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, termasuk autopsi terhadap salah satu korban.

“Untuk perkembangan sampai saat ini, Satreskrim Polres Temanggung masih melaksanakan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus meninggalnya satu keluarga saat glamping di salah satu objek wisata di Temanggung,” ujar Iptu I Komang Mahendra saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, autopsi telah dilakukan pada Kamis (28/5/2026) dan saat ini polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dari Bidlabfor Polda Jawa Tengah.

“Untuk hasil pemeriksaan awal, berdasarkan keterangan dokter yang memeriksa, diduga kematian ini ada dua kemungkinan kuat. Yang pertama diduga karena keracunan makanan, dan yang kedua diduga karena keracunan gas hasil pembakaran,” jelasnya.

Dari empat korban, hanya satu korban yang dilakukan autopsi, yakni remaja berinisial AEH (17). Polisi memilih korban tersebut karena usianya paling muda dan diketahui memiliki kondisi fisik yang sehat.

“Korban AEH dipilih untuk autopsi karena statusnya yang paling muda dan diyakini memiliki kesehatan yang bagus karena merupakan seorang atlet,” katanya.

Baca juga: Pamit Liburan Berujung Duka, Sekeluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas Kaku di Dalam Tenda Glamping

Selain melakukan autopsi, tim Bidlabfor Polda Jateng juga membawa sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk diperiksa lebih lanjut.

Barang bukti tersebut antara lain satu set kompor gas portable, tungku tanah liat untuk membakar briket, serta sisa makanan yang dikonsumsi korban.

“Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sisa-sisa makanan seperti daging, sosis, sayur, jamur enoki, dan nasi putih yang dibawa korban untuk kegiatan barbeque di lokasi kejadian,” tambahnya.

Polisi menduga para korban meninggal dunia tidak lama setelah melakukan aktivitas memasak dan menyantap hidangan barbeku di depan tenda glamping.

“Saat kami melakukan evakuasi pada sore hari, kondisi korban sudah kaku. Dugaan itu diperkuat dengan keterangan pengelola yang sebelumnya sempat mengingatkan waktu check out pada pagi hari, namun tidak ada respons dari dalam tenda,” ungkapnya.

Selain itu, petugas juga menemukan kompor gas portable dan tungku pembakaran masih berada di lokasi meski dalam kondisi sudah mati.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved