Pasca Tragedi Glamping Maut, Wisata Posong Temanggung Tetap Ramai Pengunjung

Pada Jumat (29/5/2026), suasana objek wisata berlatar panorama Gunung Sindoro itu masih ramai dikunjungi wisatawan.

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
Salah satu tenda yang menjadi lokasi ditemukannya jenazah satu keluarga di obyek wisata di Temanggung masih dipasangi garis polisi. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEMANGGUNG — Aktivitas wisata di kawasan Posong Natural Park, Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, tetap berjalan normal meski lokasi tersebut baru saja menjadi sorotan setelah tragedi meninggalnya satu keluarga saat glamping.

Pada Jumat (29/5/2026), suasana objek wisata berlatar panorama Gunung Sindoro itu masih ramai dikunjungi wisatawan.

Sejumlah pengunjung tampak menikmati pemandangan alam, berburu foto, hingga bersantai di area gardu pandang dan kafe yang berada di kawasan wisata.

Namun di tengah ramainya aktivitas wisata, garis polisi masih terlihat membentang di area tenda glamping safari yang menjadi lokasi ditemukannya empat korban meninggal dunia pada Rabu (27/5/2026) sore.

Tenda tersebut tampak tertutup dan tidak diperbolehkan dimasuki pengunjung karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan Satreskrim Polres Temanggung.

Kasus “glamping maut” itu sebelumnya menghebohkan publik setelah empat orang dalam satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping.

Baca juga: Misteri Glamping Maut Temanggung, Dugaan Penyebabnya Mengerucut ke Dua Faktor Ini

Polisi menduga korban mengalami keracunan makanan atau keracunan gas hasil pembakaran saat melakukan aktivitas barbeque. 

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang di lokasi kejadian seperti kompor gas portable, tungku pembakaran briket, serta sisa makanan berupa daging, sosis, sayur, jamur enoki, dan nasi putih yang sebelumnya dikonsumsi korban. 

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik guna memastikan penyebab pasti kematian para korban. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved