Puluhan SPPG di Sleman Berhenti Beroperasi Sementara, Ini Sebabnya

Sebanyak 35 dari total 129 SPPG yang ada di wilayah Kabupaten Sleman dilaporkan berhenti beroperasi sementara.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Wakil Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemkab Sleman, Agung Armawanta 

Pertama, ketidaksesuaian pemenuhan ketentuan tata ruang, terutama bagi unit SPPG yang berada di wilayah Sleman Utara.

Kedua, kendala hak akses akun pelaku usaha yang belum memiliki otorisasi atau izin sistem untuk mengajukan Perizinan Berusaha (PB) di aplikasi OSS.

Perhatian Serius

Penghentian sementara operasional 35 SPPG ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya jumlah penerima manfaat program MBG di Sleman. 

Berdasarkan data pemetaan, program pangan ini menyasar ratusan ribu jiwa.

Rinciannya, di PAUD/TK sebanyak 32.230 siswa.

Lalu untuk Sekolah Dasar (SD) sebanyak 61.839 siswa.

Untuk tingkat SMP sebanyak 25.963 siswa

Untuk jenjang SMA/SMK sebanyak 24.046 siswa

Sedangkan untuk SLB 1.193, dan Pondok Pesantren (Ponpes) 1.832 santri. 

MBG di Sleman juga telah menyasar kelompok rentan, ibu hamil 6.093 dan 12.713 balita.

Disinggung soal kabar terkait rencana kolaborasi dapur MBG dengan kantin sekolah, serta pembatasan maksimal 6 dapur per kapanewon, Agung mengaku pihaknya di Pemerintah Kabupaten Sleman belum menerima regulasi resmi dari pusat.

"Belum sampai ke kami hal itu, sehingga saya tidak berkomentar banyak. Apakah itu masih wacana pusat atau seperti apa, karena sampai hari ini Satgas belum terima surat resminya. Saya belum berani berandai-andai karena sistemnya nanti pasti akan berbeda sekali," kata dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved