Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan

Dugaan Malapraktik Tewaskan Balita, Direktur RSUD Prambanan Segera Diperiksa

Polda DIY sudah meminta keterangan dari orang tua, perangkat desa, pihak posyandu, maupun tenaga medis puskesmas, dalam kasus tewasnya Naura.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Ayah korban kasus malapraktik di RSUD Prambanan, Nicohadiyanto (36), sedang menujukkan video buah hati, saat dijumpai di rumahnya, di Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Rabu (3/6/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polisi dikabarkan segera memanggil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan, Sleman untuk dimintai keterangan. 

Pemeriksaan itu terkait kasus dugaan malapraktik di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tersebut, yang menewaskan Naura Dwi Meidita Putri, bocah berusia tiga tahun asal Piyungan, Bantul.

Sejauh ini penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) DIY telah memanggil sejumlah pihak terkait, untuk dimintai keterangan dalam kasus ini. 

Pihak rumah sakit juga telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan awal pada pekan depan terkait laporan yang telah dibuat pihak keluarga korban. 

Untuk diketahui, Naura meninggal dunia pada 28 April 2026, setelah disuntik obat penenang saat akan menjalani CT scan di RSUD Prambanan pada 28 April 2026. 

Naura keluar dari ruang CT Scan dalam kondisi yang memburuk drastis, bahkan tidak sadarkan diri. 

Padahal, orang tua semula membawanya ke rumah sakit hanya untuk periksa lingkar kepala yang dinilai tidak berkembang. 

Pemanggilan

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Hendra Adi Riyanto, mengonfirmasi bahwa pihak rumah sakit telah menerima undangan dari penyidik dari kepolisian mengenai penjadwalan agenda pemeriksaan tersebut. 

"Kami baru update tadi, kelihatannya minggu depan ada pemanggilan dari RSUD untuk direktur. Kemarin Direktur RSUD sudah berkomunikasi bahwa sudah dihubungi pihak Polda untuk penjadwalan pemanggilan pemeriksaan awal," ujar Hendra, yang juga juru bicara Pemkab Sleman dalam kasus ini, Jumat (5/6/2026).

Hendra mengatakan, kasus ini telah mendapat atensi dari Bupati Sleman

Ia mengatakan, Bupati beserta jajaran bahkan telah mendatangi kediaman keluarga korban di Piyungan Bantul pada Minggu (17/5). 

Dalam pertemuan itu, Bupati telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua korban atas kendala komunikasi yang terjadi antara pihak manajemen RSUD Prambanan dengan kuasa hukum keluarga pada awal kasus ini mencuat ke publik.

Permohonan maaf menurutnya juga disampaikan Direktur RSUD Prambanan dalam kesempatan itu. 

Hendra menyebut, manajemen rumah sakit bersama dokter yang dilaporkan bahkan berencana melakukan kunjungan kembali ke rumah keluarga Naura.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved