Misteri Api di Rumah Warga Sleman
14 Hari Teror Api di Seyegan, Kini Titik Api 'Merembet' ke Rumah Tetangga Agusyani
Kini, tepat dua pekan munculnya api di rumah Agusyani, titik api itu benar-benar muncul di belakang rumah kontrakan Laila.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Kini sudah ada dua barang milik Laila yang terbakar yaitu handuk dan kerudung. Ia mengaku mulai merasakan takut dan khawatir. Bahkan mulai mengemas barang-barang di dalam rumah. Sebab Laila dan suami, tinggal di rumah tersebut hanya mengontrak satu tahun.
Kini sudah berjalan 11 bulan. Jika kemunculan api dianggap membahayakan, ia dan suami sudah bersiap untuk berpindah tempat tinggal.
"Takut, khawatir mesti ada ya. Tapi (ke depan) kita lebih hati-hati, kalau malam biasanya berjaga. Tadi malam jam 12 ketiduran. Jadi (nanti) lebih hati-hati lagi," katanya.
Handuk Tetangga Terbakar
Jumat dini hari (5/6), jarum jam baru menunjukkan pukul 01.22 WIB. Mutfiana, anak dari Agusyani, sedang berjalan ke samping rumah tetangganya, Laila, untuk mengecek kucing peliharaannya. Alih-alih mendengar suara meong, matanya justru menangkap kilatan cahaya merah yang menari-nari di kegelapan pekarangan belakang rumah Laila.
"Saya mau mengecek kucing di samping rumah. Tau-tau ada api. Posisi api belakang rumah membakar handuk," kata Mutfiana.
Melihat handuk terbakar, ia memanggil bantuan. Personel BPBD yang mengetahui ada api dari rumah tetangga Agusyani, langsung bergegas mendatangi lokasi. Handuk yang diselimuti api lalu dibawa ke tempat aman dan dipadamkan apinya dengan cara diinjak.
Terbakarnya handuk Laila bukan sekadar insiden kecil biasa. Itu adalah titik api ke-100 sejak awal mula kemunculan api di dusun Kasuran Jumat (23/5) lalu. Tepat 14 hari sejak api misterius pertama melanda dusun Kasuran, sudah 100 kali kejadian kebakaran.
Api menyala tanpa korek, tanpa korsleting, dan membakar kain, sofa, buku, kardus, tikar, gulungan kabel, dan kini mulai merembet ke tetangga sebelah ruko.
100 kejadian
"Sekarang kebakaran di sini sudah memasuki hari ke 14. Totalnya sudah 100 kejadian," kata Fia.
Meski sudah muncul dugaan awal penyebab–hasil penelitian sejumlah pihak–keluarga Agus belum benar-benar tenang. Ancaman titik terbakar masih menghantui, lantaran bisa muncul kapan saja, di mana saja.
Siaga 24 jam adalah cara satu-satunya untuk berjaga. Setiap sekian jam sekali, mereka berkeliling untuk mengecek apakah ada api yang muncul.
Air, handuk basah, hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah senjata utama upaya pemadaman api. Hari-hari melelahkan di Seyegan ini ternyata masih berlangsung. Entah sampai kapan. (*)
| 99 Titik Api Muncul dalam 13 Hari di Rumah Warga Seyegan Sleman |
|
|---|
| Tepat Dua Pekan, 100 Titik Teror Api Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman |
|
|---|
| Perlu Mitigasi Sosial untuk Tangani Fenomena Api di Seyegan Sleman |
|
|---|
| Fenomena Teror Api Seyegan: Tim UGM, BPPTKG, UPN, dan BRIN Ungkap Akumulasi Gas |
|
|---|
| Teror Api di Rumah Warga Seyegan, Korban Ungkap Kerugian yang Harus Ditanggung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/14-Hari-Teror-Api-di-Seyegan-Kini-Titik-Api-Merembet-ke-Rumah-Tetangga-Agusyani.jpg)