Misteri Teror Api di Seyegan Meluas, BPBD Sleman Siapkan Opsi Tanggap Darurat Khusus
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan penyebab pasti dari fenomena aneh kebakaran berulang ini masih menjadi teka-teki.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Fenomena ini membutuhkan perhatian penuh. Karena api yang muncul bersifat acak, tidak bisa diprediksi kapan dan di mana api muncul.
Api bisa tiba-tiba muncul dan membakar apa saja. Hal ini membutuhkan kesiapsiagaan.
Jika api yang muncul tidak segera dipadamkan maka berpotensi menghanguskan seluruh perabotan di dalam maupun luar rumah.
Menurut Bambang, apabila status tanggap darurat khusus tersebut diberlakukan oleh Bupati, BPBD Sleman segera menyusun skenario operasi dan rencana kontingensi secara menyeluruh.
Termasuk rencana pengungsian warga dan relokasi atau pengosongan area terdampak bisa dilakukan jika rekomendasi akhir dari tim ahli menunjukkan adanya ancaman yang serius dan membahayakan.
Posko darurat di lokasi kejadian juga akan diperketat dengan peningkatan personel untuk mempercepat respon pemadaman api.
Soal anggaran, menurut Bambang, pembiayaan seluruh operasi darurat, logistik, dan operasional tim lapangan akan didukung dari pos Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Sleman.
Akan tetapi terkait penggunaan anggaran tersebut, Bambang memastikan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Kita akan gunakan dana BTT di luar anggaran reguler. Namun, penggunaannya akan sangat selektif dan hati-hati, hanya untuk pos-pos yang sifatnya mendesak dan seperlunya saja," jelas Bambang.
Hingga saat ini, penanganan di lapangan telah menerapkan konsep kolaborasi pentahelix dengan melibatkan instansi gabungan. Mulai dari BPBD, Basarnas, BPPTKG, BRIN, TNI, Polri, Tim Gegana Brimob Polda DIY, dan BPPTKG hingga akademisi dari pakar UGM dan UPN Yogyakarta.
Bahkan, Dinas DPUPKP Kabupaten Sleman turut diterjunkan untuk mengeruk sedimentasi di Sungai Nepen untuk memastikan segala kemungkinan di sekitar area rumah.
Pemkab Sleman melalui BPBD Sleman mengagendakan pertemuan bersama para ahli pada Kamis (4/6/2026) siang ini di Kantor Kapanewon Seyegan.
Pemkab Sleman akan mendengarkan paparan awal dari hasil penelitian para ahli, mengenai penyebab kebakaran berulang ini.
Apakah fenomena aneh ini dipicu oleh rembesan gas metana, gas hidrogen, atau gas rawa.
Penjelasan para ahli menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil keputusan yang dinilai paling tepat.
Pantauan di rumah Agus Yani, hingga Kamis (4/6/2026) siang, kebakaran masih terjadi.
Kejadian terbaru, letupan api tiba-tiba muncul pada pukul 13.10 WIB membakar gulungan kabel yang tersimpan di belakang rumah. Anak Agus Yani, Mutfiana berteriak.
"Pak, api," katanya.
Agus Yani yang datang ke belakang rumah, langsung gerak cepat menyiramkan air untuk memadamkan api di gulungan kabel tersebut. Menurut Fia, kebakaran saat ini masih kerap terjadi.(*)
| Lagi, Titik Api Muncul di Lahan Tetangga Rumah Seyegan |
|
|---|
| Selain Hidrogen, Tim PKPE UGM Sebut Kemungkinan Adanya Gas Fosfin di Rumah Agus Yani di Seyegan |
|
|---|
| Sudah 91 Titik Api Muncul Dalam 12 Hari di Rumah Agus Yani Seyegan Sleman |
|
|---|
| Belum Berhenti, Dua Pekan Keluarga Agus Yani di Sleman 'Diteror' Api |
|
|---|
| Teror Api Rumah Seyegan Belum Berhenti, Tercatat 87 Kejadian Kebakaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Misteri-Teror-Api-di-Seyegan-Meluas-BPBD-Sleman-Siapkan-Opsi-Tanggap-Darurat-Khusus.jpg)