JOGJA HARI INI : Pecahkan Misteri Teror Api
Selama sepekan terakhir, penghuni rumah dilanda kecemasan dan ketegangan akibat teror titik api misterius yang terus bermunculan.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Pihaknya tengah berupaya membuka jalur komunikasi dengan sejumlah universitas dan instansi terkait untuk meneliti fenomena ini. Langkah ini diambil karena karakteristik kemunculan api dinilai tidak biasa dan memerlukan analisis ilmiah yang spesifik.
"Kami menjalin komunikasi terlebih dahulu. Pihak ITB sudah memberikan tanggapan, tetapi belum bisa meninjau langsung karena kendala jarak. Untuk UGM dan UPN, Pusdalops kami belum menerima jawaban. Basarnas juga turut menggandeng praktisi—kebetulan dari rekan Pertamina—untuk mencari tahu perkiraan penyebabnya," ujar Bambang.
Bambang menjelaskan bahwa investigasi awal telah melibatkan unsur kepolisian dan TNI, namun titik terang mengenai sifat asli sumber api belum sepenuhnya terungkap. "Berdasarkan keterangan dari Inafis dan Tim Gegana Brimob, kemungkinan sumber apinya berasal dari septic tank. Namun, septic tank tersebut sudah dibersihkan, dikuras, dan salurannya pun sudah diganti baru. Artinya kondisinya sudah bersih, tetapi api masih muncul di tempat yang tidak menentu, seperti di tembok, kamar, atau ruang tamu. Kalau membakar handuk mungkin wajar karena kain mudah terbakar, tetapi kejadian ini sampai membuat kaca akuarium ikut meleleh karena panas," tuturnya secara mendalam.
Hingga saat ini, BPBD Sleman masih menunggu respons lanjutan dari universitas lokal di Yogyakarta untuk terjun ke lapangan. Menurut Bambang, keterlibatan para peneliti sangat krusial mengingat adanya kemungkinan faktor geologis atau anomali struktur tanah di bawah bangunan.
"Belum ada respons lanjutan. Baru dari ITB, tetapi kendalanya jarak jauh. Selain itu, Basarnas berkoordinasi dengan praktisi rekanan mereka. Kami sudah mencoba menghubungi pihak Geologi UPN dan UGM melalui Pusdalops, tetapi saat saya tanyakan, belum ada laporan masuk dari mereka," jelasnya.
"Karena alasan itulah kami berkomunikasi dengan akademisi. Dalam konsep kerja sama pentahelix, akademisi turut campur tangan dengan keahlian spesifik (lex specialis) mereka.
Dimungkinkan ada sumber gas baru atau jalur gas alam di sana yang kita tidak tahu. Teman dari ITB sempat bertanya via telepon apakah sebelumnya ada gempa di wilayah tersebut. Jika ada gempa, kemungkinan ada retakan tanah yang menyebabkan gas keluar, dan itu masuk akal. Namun, nyatanya di sana tidak ada gempa. Hal-hal seperti inilah yang masih harus kami cari tahu," tambah Bambang.
Bambang menambahkan, pihaknya kini terus mengupayakan dapat menggandeng para ahli geologi dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengkaji fenomena aneh di Seyegan ini.
Tak hanya itu, koordinasi dengan Basarnas juga dilakukan guna menghubungkan dengan Hiswana Migas agar dapat melacak apakah ada sumber gas bumi atau jalur migas di kawasan pemukiman tersebut.
"Kami masih berusaha terus, karena kok belum bisa ada jawaban (dari fenomena itu). Terus teman-teman dari Basarnas juga sudah menghubungi beberapa teman di Hiswana Migas, kaitannya apakah nanti ada sumber gas di daerah sana," ujarnya. (rif/han/maw)
| Jumlah Pasokan Gas Melon dari Agen ke Sejumlah Pangkalan di Bantul Tak Sesuai Kontrak, Ini Faktanya |
|
|---|
| Tidak Ada Kebocoran Instalasi, Tanpa Pemicu Panas, Kemunculan Api di Rumah Seyegan Masih Misteri |
|
|---|
| Dinkes Sleman Berencana Bantu Tangani Trauma Psikologis Korban Teror Api Rumah di Seyegan |
|
|---|
| Tim Teknik PLN UP3 Sleman Periksa Instalasi Listrik di Rumah yang Terbakar Api Misterius di Seyegan |
|
|---|
| Ahli Geologi UPN Veteran Jogja Sebut Kejanggalan Fenomena Api Misterius di Seyegan, Ini Analisisnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262905-Titik-api-menyala-di-Seyegan-Jumat-siang.jpg)