Kisah Mustofa, Mantan Montir Sleman yang Sapinya Dibeli Presiden Prabowo Rp 85 Juta

Johny Anggoro bukanlah sapi sembarangan. Ia adalah sapi ras Simental yang berasal dari Swiss, dikenal dengan postur raksasanya

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Peternak sapi, Mustofa, memberikan keterangan kepada awak media dengan latar belakang sapi miliknya yang diangkut menggunakan mobil pikap di Kompleks Kepatihan, Selasa (26/5/2026). Mustofa menuturkan bahwa sapi tersebut telah dirawat dengan perhatian ekstra sejak masih pedet (anak sapi) selama tiga setengah tahun. Sapi peliharaannya itu kini terpilih menjadi bagian dari penyaluran bantuan sapi kurban di wilayah DIY tahun ini, yang secara keseluruhan mencakup 8 ekor sapi bantuan Presiden RI serta 9 ekor sapi dari Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. 

Muara dari kerja keras Mustofa dan program kemasyarakatan ini sangat terasa di akar rumput.

Salah satu penerima sapi presiden adalah Masjid Al-Husna yang terletak di Dusun Temanggung, Tambakrejo, Tempel, Sleman.

Rury Pandoko, perwakilan takmir Masjid Al-Husna, menyebutkan bahwa kabar bahagia itu mereka terima dari pihak Kapanewon Tempel sekitar sebulan yang lalu.

Baginya, kedatangan Johny Anggoro adalah sebuah sejarah besar bagi dusunnya.

"Alhamdulillah sekali dapat bantuan dari Pak Presiden, karena selama ini belum pernah ada bantuan ke padukuhan kami atau masjid kami, Masjid Al-Husna, (Dusun) Temanggung, Tambakrejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta. Sebelumnya belum pernah sekali pun ada bantuan dari mana pun. Ini pertama kali dalam sejarah," ungkap Ruri penuh syukur.

Kehadiran sapi presiden ini menambah semarak Iduladha di Dusun Temanggung.

Ruri merinci, pada tahun lalu masyarakat setempat menyembelih 2 ekor sapi dan sekitar 6 hingga 8 ekor kambing.

"Untuk tahun ini, sapi ada 3 ekor, ditambah 1 ekor sapi dari Pak Presiden. Kambingnya ada 5 ekor," rincinya.

Penyembelihan akan dilakukan tepat di depan masjid seusai pelaksanaan salat Iduladha. 

Ruri memastikan pembagian daging akan menjunjung tinggi nilai persaudaraan antarumat beragama di desanya.

"Nanti kita akan bagikan. Di dusun kami ada sekitar 18 KK (Kepala Keluarga) warga non-muslim, itu nanti juga akan kita bagikan secara merata," tegas Ruri.

Tersalurkannya Johny Anggoro lintas keyakinan di Sleman ini menjadi perwujudan nyata dari filosofi ibadah kurban itu sendiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam sambutannya mengingatkan esensi mendalam di balik tradisi penyembelihan ini.

Dengan mengutip Surat Al-Hajj ayat 37, Ni Made menegaskan bahwa kurban adalah jalan spiritual untuk menata niat dan menguji keikhlasan manusia terhadap titipan Yang Maha Kuasa.

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37)
 
"Kurban menyimpan pelajaran yang sangat dalam. Kurban bukan semata-mata peristiwa penyembelihan hewan, bukan pula sekadar tradisi tahunan yang hadir bersamaan dengan Hari Raya Iduladha. Lebih dari itu, kurban adalah jalan untuk menata niat, menguji keikhlasan, serta mengingatkan manusia bahwa segala kepemilikan pada hakikatnya adalah titipan Allah," urai Ni Made Dwipanti.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved