Iduladha 2026

Sapi PO Hampir Satu Ton Milik Warga Dompyongan Klaten Dibeli Presiden Prabowo, Ini Ceritanya

Sugeng Raharjo bersama sang putra Lingga Praditya (25) berdiri tak jauh dari sapi untuk mengawasi.

Tayang:
Editor: Yoseph Hary W
Tribun Solo
SAPI KURBAN: Lingga Praditya (kaos hijau) mendampingi sapi Bima Seta berbobot 977 kilogram di kandang Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten, Jumat (15/5/2026), yang terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 H. 

Ringkasan Berita:
  • Sapi Peranakan Ongole bernama Bima Seta milik Sugeng Raharjo di Klaten terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo untuk Iduladha 1447 H.
  • Bobot sapi mencapai 977 kilogram, dirawat sederhana dengan biaya pakan sekitar Rp70 ribu per hari, dan lolos uji kesehatan resmi.
  • Harga ditetapkan Rp96 juta, dan rencananya sapi akan disembelih di Masjid Raya Klaten saat Iduladha.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo  
  
TRIBUJOGJA.COM, KLATEN – Sapi Peranakan Ongole (PO) bernama Bima Seta milik peternak Sugeng Raharjo (53) di Klaten terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 H setelah dilirik petugas saat tampil di festival.

Halaman kandang di Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jumat (15/5/2026), tampak lengang. Seekor sapi berpostur besar berdiri tenang di atas lantai semen, tali tambang melingkar di hidungnya.

Tubuhnya kekar dengan lipatan kulit khas sapi PO. Warna putih mendominasi, sesuai namanya Bima Seta. 

Sugeng Raharjo bersama sang putra Lingga Praditya (25) berdiri tak jauh dari sapi untuk mengawasi. Sesekali ia memperhatikan kondisi sapi yang kini menjadi perhatian nasional itu.

Sapi untuk tarik gerobak di festival

“Kemarin itu beruntung, secara tidak sengaja ada yang melihat sapi ini waktu untuk narik ngerobak (festival) dan kebetulan yang melihat itu ada dari Dinas (Ketahanan Pangan dan Pertanian Klaten), kemudian ke sini melihat sapi,” katanya.

Momen itu terjadi saat sapi tersebut digunakan dalam kegiatan festival di kawasan Rowo Jombor. Dari situ, proses seleksi dimulai.

Ia mengaku awalnya tidak memiliki ekspektasi tinggi. Jika tidak lolos, sapi itu akan tetap dipelihara hingga waktu jual berikutnya.

“Dia bilang, kalau sapi ini masuk (kriteria kurban). Ya Alhamdulillah, tapi kalau enggak masuk (kriteria) rencana akan dipelihara paling tidak 1 tahun lagi (sebelum dijual),” ujarnya.

Dipilih dari Dua Kandidat

Sugeng menyebut sempat menawarkan dua ekor sapi. Namun, Bima Seta menjadi pilihan utama karena bobotnya lebih unggul.

“Saya tawarkan 2, tapi pada akhirnya yang masuk (tawaran) yang ini karena besar ini. Bobotnya itu lebih berat satu kwintal,” paparnya.

Saat ini, bobot Bima Seta mencapai 977 kilogram dengan usia sekitar 5–6 tahun.

Jenisnya adalah Peranakan Ongole (PO), yang dikenal memiliki daya tahan tinggi dan ukuran tubuh besar.

Nama “Bima Seta” pun bukan tanpa makna.

“Bima artinya besar, Seta itu dalam bahasa jawa artinya putih karena ada warna putihnya,” jelas Sugeng.

Perawatan Sederhana, Hasil Maksimal

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved