BMN Kemenag RI Dorong Kankemenag Kulon Progo Amankan Aset Negara

Ahmad Hidayatullah mengatakan penting bagi Kankemenag Kulon Progo untuk melakukan pengelolaan BMN yang baik.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Humas Kankemenag Kulon Progo
Kunjungan Tim Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Kementerian Agama (Kemenag) RI ke Kantor Kemenag Kulon Progo, belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN), Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo mengoptimalkan pengelolaan aset negara. Langkah itu diperlukan untuk mengamankan aset negara.

Kepala Biro Keuangan dan BMN,  Kemenag RI, Ahmad Hidayatullah mengatakan penting bagi Kankemenag Kulon Progo untuk melakukan pengelolaan BMN yang baik.

"Semua harus dikelola dengan baik dan maksimal, termasuk bagaimana cara memanfaatkan BMN tersebut," kata Ahmad memberikan keterangannya pada Minggu (24/05/2026).

Identifikasi dan inventarisasi

Selain pengelolaan, ia juga mendorong penatausahaan BMN yang optimal demi mengamankan aset negara. Penatausahaan yang dilakukan meliputi identifikasi dan inventarisasi BMN, yang mana semuanya harus jelas.

Menurut Ahmad, penatausahaan yang lambat bisa mengancam keamanan aset negara. Itu sebabnya, ia memberi apresiasi pada Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag DIY, termasuk Kankemenag Kulon Progo yang terus berupaya mengamankan aset negara baik secara fisik maupun administrasi.

"Kami merasa DIY sangat baik untuk dijadikan proyek percontohan bagi daerah lain dalam mengamankan aset negara," ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej mengatakan pihaknya telah mengamankan dan memanfaatkan aset negara yang ada. Seperti gedung kantor, madrasah, serta Kantor Urusan Agama (KUA).

Pihaknya juga telah memastikan status BMN dengan jelas sebagai alas hak dalam memanfaatkan dan mengelola BMN. Ia menyatakan penatausahaan dan pengelolaan BMN merupakan tanggung jawab bersama sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Tanggung jawab kami sebagai ASN adalah mengamankan dan memanfaatkan aset negara," kata Ahmad.

Belajar pengelolaan BMN

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU), Kankemenag Kulon Progo, Saeful Hadi mengatakan kehadiran Biro Keuangan dan BMN Kemenag RI jadi momentum penting. Sebab pihaknya bisa belajar lebih baik lagi dalam mengelola BMN.

Seperti bagaimana proses dan tahapan terkait sewa-menyewa, tukar guling, dan sebagainya terkait pengelolaan BMN tersebut. Pemahaman tersebut penting demi meminimalisasi masalah terkait pengelolaan BMN.

"Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi kami dalam menatausahakan dan mengelola BMN lebih baik lagi," jelas Saeful.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved