Kasus Temuan 11 Bayi, KPAD Sleman Duga Ada Pelanggaran Izin Praktik
KPAD Sleman menilai ada dugaan pelanggaran izin praktik kebidanan yang melampaui batas kewenangan profesi dalam kasus evakuasi 11 bayi
Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
TETAP PRAKTIK: Rumah kontrakan yang menjadi tempat praktik bidan ORP di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping. Yang bersangkutan pada Selasa (12/5/2026) tetap membuka praktik pascatemuan 11 bayi dari sebuah rumah di Pakem, Jum'at lalu.
"Kita sudah lakukan olah TKP di sana. Olah TKP, yang mana kita tentunya mencari kelayakan terhadap tempat tersebut. Apakah layak untuk merawat sebelas bayi tersebut. Dan sampai saat ini kami masih (butuh) pendalaman," kata Mateus.
Nantinya, hasil dari olah TKP tersebut akan dianalisis dan dievaluasi (anev) bersama keterangan saksi-saksi yang telah dihimpun.
Langkah ini diambil guna menentukan ada tidaknya pelanggaran pidana atau konstruksi hukum yang diberlakukan dalam kasus ini.(rif)
Baca Juga
| Penuhi Target Promosi, PSS Sleman Siap Berbenah Sambut Musim Depan |
|
|---|
| Ada 9.755 ODGJ Berat di DI Yogyakarta, Sebagian Pasien Anak |
|
|---|
| TK ABA Semesta di Gamping Sleman Bakal Dilaunching, Diproyeksi Jadi Pusat Keunggulan Pendidikan Anak |
|
|---|
| Belajar dari Maluku Utara, Mimpi Hasto Wardoyo untuk Derbi DIY yang Ramah Perempuan dan Anak |
|
|---|
| Bidan ORP Tetap Buka Praktik di Gamping Pascaevakuasi 11 Bayi dari Rumah Pakem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bidan-ORP-Tetap-Buka-Praktik-di-Gamping-Pascaevakuasi-11-Bayi-dari-Rumah-Pakem.jpg)