JOGJA HARI INI : Setelah Dimandikan Anak Minta Diikat
sebanyak 106 anak terdaftar di lembaga yang ternyata tidak memiliki izin operasional tersebut.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- KPAI mengungkap 106 anak di Daycare Little Arasya Yogyakarta mengalami kekerasan fisik, trauma ekstrem, hingga belasan anak menderita gizi buruk dan gangguan tumbuh kembang.
- Lembaga ini beroperasi tanpa izin selama 10 tahun dengan modus melarang orang tua masuk gedung demi menutupi kondisi fasilitas yang tidak layak dan pengabaian hak anak.
- Polisi mendalami tersangka baru, sementara Pemkot Yogya mengerahkan 94 psikolog untuk dampingi korban serta memfasilitasi pemindahan anak ke daycare resmi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan sejumlah temuan memilukan terkait kasus kekerasan di Daycare Little Arasya, Yogyakarta.
Tercatat, sebanyak 106 anak terdaftar di lembaga yang ternyata tidak memiliki izin operasional tersebut.
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini mengungkapkan bahwa kondisi anak-anak korban sangat memprihatinkan.
Selain mengalami kekerasan fisik, ditemukan belasan anak mengalami gangguan kesehatan serius akibat pola pengasuhan yang salah.
Hal itu diungkapkan Diyah Puspitarini saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Senin (11/5/2026).
"Ada 13 anak yang gizi buruk, kemudian juga ada 16 anak yang terganggu tumbuh kembangnya. Pendampingan gizi ini sedang kami upayakan karena kondisinya sangat memprihatinkan," ujar Diyah.
Diyah pun menyoroti adanya praktik manipulatif yang dilakukan pengelola untuk menarik kepercayaan orang tua.
Meskipun dari luar terlihat memiliki pelayanan yang baik, daycare tersebut memiliki aturan yang mencurigakan, seperti melarang orang tua masuk ke dalam gedung.
"Hospitalitinya bagus, orang tua terkesima dengan laporan mereka. Tapi di balik itu ada manipulatif. Gedung seadanya hanya 200 meter untuk 106 anak, tidak ada ventilasi udara, tidak ada playground, dan orang tua tidak boleh masuk. Ini seharusnya sudah menjadi warning," tegasnya.
Bahkan, Diyah menceritakan temuan baru yang menyayat hati di mana salah seorang anak menunjukkan perilaku trauma yang ekstrem setelah dipindahkan ke daycare alternatif.
"Ada anak yang setelah dimandikan tiba-tiba minta tali, minta diikat. Ini membuat pengasuh di tempat baru kaget. Ini menunjukkan betapa dalamnya trauma yang dialami anak tersebut," jelas Diyah.
Hukuman maksimal
Diyah Puspitarini mendesak aparat kepolisian untuk memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku kekerasan anak di daycare Little Arasya, Yogyakarta.
KPAI menilai ada unsur kesengajaan dalam pengabaian hak anak selama bertahun-tahun.
Diyah turut meminta penyidik tidak hanya berhenti pada pengasuh yang melakukan kekerasan fisik secara langsung, tetapi juga mengembangkan penyidikan kepada pihak pengelola atas dasar pembiaran.
| Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026 |
|
|---|
| Sederet Luka Jiwa Balita Korban Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026 |
|
|---|
| Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi: 15 Kali Guguran Lava Pijar Meluncur dalam 6 Jam Terakhir |
|
|---|
| Jadwal dan Lokasi SIM Corner dan SIM Keliling di Jogja Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260105-Spanduk-peringatan-di-Little-Aresha-Daycare.jpg)