Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi: 15 Kali Guguran Lava Pijar Meluncur dalam 6 Jam Terakhir

Dalam kurun waktu enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada 15 kali guguran lava pijar.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa/laman esdm go id
Ilustrasi map titik lokasi Gunung Merapi 

Ringkasan Berita:
  • Aktifitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi
  • Enam jam terakhir tercatat ada 15 kali guguran lava pijar
  • Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktifitas di zona berbahaya yang sudah ditetapkan

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih cukup tinggi.

Dalam kurun waktu enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada 15 kali guguran lava pijar.

Berdasarkan pengamatan visual, guguran lava tersebut mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

"Teramati 15 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,"tulis dalam laporan harian laman magma.esdm.go.id yang dikutip Tribun Jogja, Rabu (13/5/2026).

Adapun gunung sempat tertutup kabut (0-III), namun asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal teramati membumbung setinggi 375 meter dari puncak.

Sementara itu suplai magma dari dalam perut Merapi terpantau masih terus berlangsung.

Hal itu terlihat dari tingginya aktifitas kegempaan di dalam perut Merapi.

Baca juga: Hujan Ringan Diprediksi Guyur Sleman, KP dan Gunungkidul Bagian Utara

Selama enam jam terakhir, tercatat ada24 kali gempa Guguran (Durasi hingga 231 detik).

Kemudian 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 4 kali gempa Vulkanik Dangkal serta 2 kali gempa Tektonik Jauh.

Kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau cerah hingga mendung dengan angin tenang ke arah barat. 

Suhu udara berada di kisaran 17.6-20.8°C dengan kelembaban yang cukup tinggi mencapai 97.3 persen.

Hingga saatbini status Gunung Merapi masih level 3.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengingatkan bahwa suplai magma yang terus berlangsung dapat memicu Awanpanas Guguran (APG) sewaktu-waktu.

Berikut adalah radius zona bahaya yang harus dihindari:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
  • Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  • Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved