Triwulan Pertama 2026: Sleman Sumbang 57 Persen Realisasi Investasi DIY 

- Kabupaten Sleman semakin kokoh menjadi motor penggerak ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
freepik.com
Financial Income Economic Diagram Money Concept 

 

Ringkasan Berita:
  • Sleman menyumbang 57 persen realisasi investasi DIY dengan nilai Rp1,15 triliun dari 2.637 proyek, naik 16,60 persen secara year-on-year.
  • PMDN menyumbang Rp638 miliar, sementara PMA mencapai Rp512 miliar (terbesar dari Kepulauan Virgin Britania). Sektor utama meliputi industri, perhotelan, dan transportasi.
  • Investasi ini menyerap 3.438 tenaga kerja, didorong oleh digitalisasi perizinan yang transparan dan efisien.

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabupaten Sleman semakin kokoh menjadi motor penggerak ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Pada triwulan pertama 2026, wilayah berjuluk Bumi Sembada ini berhasil menempati urutan pertama realisasi investasi di DIY dengan capaian 57 persen, jauh melampaui capaian kabupaten dan kota lainnya. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih mengatakan, dari target investasi DIY sebesar Rp2,014 triliun di triwulan pertama, Sleman berhasil menyetorkan nilai realisasi sebesar Rp1,15 triliun.

"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Sleman bisa mengembalikan kontribusi nilai investasi terhadap pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 57 persen. Ini menjadikan Sleman sebagai penyumbang pertama realisasi investasi di tingkat provinsi," ujar Triana, Kamis (7/5/2026). 

Realisasi investasi Rp1,15 triliun tersebut berasal dari 2.637 proyek. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year) angka ini mengalami kenaikan 16,60 persen.

Bahkan, jika dibandingkan per kuartal, lonjakannya mencapai 93,29 persen.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Perketat Aturan Pasar Tiban Hewan Kurban, Pelapak Wajib Kantongi Izin Kemantren

Apabila dirinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar investasi di Bumi Sembada dengan nilai Rp638 miliar dari 2.306 proyek. 

Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp512 miliar dari 331 proyek, dengan investor utama berasal dari lima negara yaitu Kepulauan Virgin-Inggris senilai Rp442,45 Miliar; Singapura Rp35,97 Miliar; Belanda Rp19,80 Miliar; Australia Rp8,23 Miliar dan Cyprus Rp4,96 Miliar. 

Sektor industri, transportasi, telekomunikasi, hingga perhotelan dan restoran menjadi kontributor utama bidang investasi di Sleman

Realisasi investasi di triwulan pertama ini juga berkontribusi terhadap serapan lapangan kerja.

"Atas capaian nilai realisasi investasi ini, bisa menyerap 3.438 tenaga kerja di  Kabupaten Sleman," kata Triana. 

Ia mengungkapkan, capaian realisasi investasi yang cukup tinggi di Sleman ini tidak lepas dari kemudahan perizinan melalui sistem digital seperti Online Single Submission (OSS), Sistem Perizinan Online Sleman (SINOM), dan Mall Pelayanan Publik Digital (MPPD),Termasuk dukungan dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sleman

"Karena dalam proses pelaksanaan perizinan, secara teknis dibantu oleh dinas untuk memberikan rekomendasi dan itu juga semua berkomitmen sesuai dengan instruksi Bapak Bupati. Kami juga mengevaluasi terhadap SOP (Perizinan) sesuai dengan peraturannya," kata dia. 

Standar pelayanan yang baik, efisien, transparan dan mudah diakses diharapkan dapat memainkan peran penting menarik investasi. Bupati Sleman Harda Kiswaya sebelumnya  mengungkapkan bahwa melalui SOP pelayanan perizinan yang jelas, transparan maka masyarakat maupun badan usaha dapat memahami bahwa mengurus perizinan di Kabupaten Sleman memiliki standar batas waktu yang jelas. Persyaratan yang dibutuhkan juga jelas dan tidak membutuhkan biaya yang tinggi. 

"Artinya kalaupun ada retribusinya, jelas. Ditargetkan bulan ini selesai. Karena ini betul-betul sesuatu yang amat sangat diperlukan oleh masyarakat, ada kepastian," ujar Harda.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved