BBGRM 2026 di Galur dan Panjatan, Bupati Kulon Progo Tinjau Proyek Infrastruktur Padat Karya
BBGRM merupakan program rutin tahunan untuk percepatan pembangunan di seluruh kalurahan dan kelurahan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Pemkab Kulon Progo melaksanakan BBGRM 2026 untuk mendorong percepatan pembangunan berbasis gotong royong.
- Program ini bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
- Kegiatan diisi kunjungan kerja, proyek padat karya, serta bantuan untuk pembangunan dan kesejahteraan warga.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mulai melaksanakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026. Pelaksanaannya dilakukan lewat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulon Progo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMKPPKB Kulon Progo, Jazil Ambar Was'an menjelaskan BBGRM merupakan program rutin tahunan untuk percepatan pembangunan di seluruh kalurahan dan kelurahan.
Perkuat peran masyarakat
"Program ini bertujuan untuk memperkuat peran aktif masyarakat dalam pembangunan di daerah," jelas Jazil memberikan keterangannya pada Selasa (05/05/2026).
BBGRM 2026 mengangkat tema "Dengan Semangat Gotong Royong Kita Wujudkan Pemerataan Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan di Kulon Progo". Tema ini diangkat sesuai dengan program prioritas Pemkab Kulon Progo, yaitu percepatan penurunan angka kemiskinan.
Selama pelaksanaan BBGRM di bulan Mei ini, Bupati Kulon Progo akan melakukan kunjungan kerja ke 12 kapanewon. Jazil mengatakan BBGRM akan difokuskan pada gerakan gotong-royong masyarakat di daerah.
"Sebab dari langkah kecil warga, pembangunan di Kulon Progo tumbuh menjadi gerakan bersama yang saling menguatkan," katanya.
Pembukaan BBGRM 2026 dilaksanakan di Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur dan Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan. Bupati Kulon Progo Agung Setyawan melakukan kunjungan kerja di Karangsewu.
Apresiasi semangat warga
Ia pun meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh warga setempat dalam bentuk padat karya. Sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan.
Ia mengapresiasi semangat warga agar terlibat aktif dalam pembangunan di wilayahnya. Menurutnya, keaktifan itu menunjukkan warga masih menjunjung tinggi gotong-royong.
"Semangat gotong-royong ini menjadi bukti bahwa kita benar-benar siap melakukan perubahan dan pembangunan secara bersama-sama," ujar Agung.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko meninjau progres pelaksanaan BBGRM di Krembangan. Seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta meninjau kegiatan budidaya ikan oleh masyarakat setempat.
Ambar mengatakan BBGRM menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Terutama lewat gotong-royong yang menjadi kekuatan sosial sebagai solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
"Pembangunan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat," katanya.(alx)
| Masa Tunggu Lebih Pendek, Warga Pilih Paket Haji Khusus Meski Harus Rogoh Kocek Dalam |
|
|---|
| Disdikpora Kulon Progo Berupaya Selamatkan Ratusan Guru Non-ASN, Imbas SE Mendikdasmen |
|
|---|
| Pria Asal Godean Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kamar Mandi Masjid di Kalibawang Kulon Progo |
|
|---|
| DKP Kulon Progo: Populasi Ikan Sapu-sapu Masih Dalam Batas Aman, Upaya Pengendalian Tetap Dilakukan |
|
|---|
| Investor Dapur MBG di Jogja Polisikan Ketua Yayasan, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BBGRM-2026-di-Galur-dan-Panjatan-Bupati-Kulon-Progo-Tinjau-Proyek-Infrastruktur-Padat-Karya.jpg)