Hadapi Keterbatasan Fiskal, Ini Instruksi Sri Sultan HB X untuk ASN DIY
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, meminta birokrasi di lingkungan Pemda DIY mengedepankan efektivitas dan prinsip value for money.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, memberikan instruksi keras kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengubah pola pikir dalam pengelolaan anggaran.
Di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika global yang tidak pasti, Sri Sultan HB X, meminta birokrasi mengedepankan efektivitas dan prinsip value for money.
Dalam arahannya pada Musrenbang RKPD 2027, Sri Sultan HB X memperingatkan agar setiap pengambilan keputusan harus berlandaskan data dan bukti, bukan sekadar meneruskan kebiasaan tahun-tahun sebelumnya.
"Jangan terjebak dalam rutinitas yang hanya meneruskan program-program yang sudah ada tanpa mengevaluasi relevansi dan dampaknya secara kritis," tutur Sultan, Kamis (23/4/2026).
Sri Sultan HB X menekankan bahwa efisiensi anggaran menjadi krusial untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki dampak bagi masyarakat.
"Dalam konteks keterbatasan fiskal yang masih kita hadapi, efektivitas dan efisiensi alokasi anggaran menjadi sangat krusial. Setiap program yang direncanakan harus memiliki justifikasi yang kuat, ukuran keberhasilan yang jelas dan mekanisme monitoring evaluasi yang terstruktur. Prinsip value for money harus menjadi acuan dalam setiap keputusan penganggaran yang kita buat," paparnya.
Selain efisiensi, Sri Sultan HB X juga mendorong daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan.
"Demikian halnya perlu terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah serta mencari alternatif pembiayaan pembangunan untuk menutup gap pendapatan dan belanja yang akan dilakukan," jelas Sultan.
Baca juga: Sri Sultan HB X Minta Pemerintah Pusat Dukung Sektor Unggulan dan Selaraskan Proyek Strategis di DIY
Usung Semangat Kolaborasi
Perubahan iklim, tekanan ekonomi internasional, hingga transformasi teknologi yang cepat memaksa Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengadopsi pendekatan perencanaan yang lebih fleksibel dan adaptif.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam semangat Golong Gilig guna menghadapi tantangan global tersebut.
Sri Sultan menilai pendekatan konvensional sudah tidak lagi memadai untuk menjawab persoalan masa depan.
"Kondisi tersebut menuntut kejelian dan ketepatan dalam semua aspek yang perlu dilakukan. Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang konvensional tanpa mempertimbangkan dinamika dan tantangan kontekstual yang ada. Pola pikir out of the box dalam merumuskan solusi atas berbagai permasalahan pembangunan perlu terus dilakukan," jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Sri Sultan HB Xmendorong penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
"Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai kelompok masyarakat untuk golong gilig saiyeg saeka praya bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan DIY," kata Sultan.
Menutup pidatonya, Sri Sultan HB Xmengutip motivator Steve Maraboli tentang pentingnya peta dalam perjalanan untuk menekankan matangnya perencanaan.
"Kutipan ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya proses perencanaan yang matang, komprehensif dan berorientasi pada hasil. Musrenbang yang kita laksanakan hari ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk memiliki peta yang jelas dalam perjalanan pembangunan DIY menuju tujuan yang kita cita-citakan bersama," pungkasnya. (*)
| Sri Sultan HB X Minta Pemerintah Pusat Dukung Sektor Unggulan dan Selaraskan Proyek Strategis di DIY |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Akui Kemiskinan dan Ketimpangan Wilayah Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemda DIY |
|
|---|
| 8.066 Anak di DIY Terkonfirmasi Tidak Sekolah, Pemda Optimalkan 5 Langkah Strategis Lintas Sektor |
|
|---|
| Siasat Pegawai Bapperida DIY Sikapi Kebijakan CFD di Kepatihan: Titip Laptop Biar Gowes Lebih Ringan |
|
|---|
| Pemda DIY Dorong Bandara YIA Layani Penerbangan Umrah Langsung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262304-Sri-Sultan-HB-X-buka-Musrenbang.jpg)