Perkuat Keberlanjutan Industri Batik di Bantul dengan Fasilitas IPAL

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, menilai, keberlanjutan industri batik di Bantul perlu didorong melalui pembangunan Instalasi IPAL.

Tribun Jogja/Dok. Indonesia Financial Group
PANTAU IPAL: Indonesia Financial Group (IFG) bersama sejumlah pihak sedang memantau IPAL di sentra Nayantaka Batik, Kabupaten Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Indonesia Financial Group (IFG) bersama PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia, PT Asuransi Kredit Indonesia, dan PT Asuransi Jasa Indonesia, dengan Yayasan Inspirasi Anak Bangsa (YIAB) memperkuat keberlanjutan industri batik di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, menilai, keberlanjutan industri batik di Bantul perlu didorong melalui pembangunan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Salah satunya yang sudah dilakukan yakni di sentra Nayantaka Batik, Kabupaten Bantul.

Integrasi prinsip ESG

"Program ini merupakan wujud komitmen IFG dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam pengembangan sektor riil," katanya, melalui keterangan resmi diterima Selasa (21/4/2026).

IPAL merupakan sistem pengolahan limbah cair yang dirancang untuk mengurangi kandungan zat pencemar sebelum air dibuang ke lingkungan. Melalui proses fisika, kimia, dan biologi.

IPAL dinilai mampu menurunkan kadar bahan berbahaya seperti Total Suspended Solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS), fenol, serta minyak dan lemak, sehingga air hasil olahan menjadi lebih aman dan memenuhi standar baku mutu lingkungan.

"IPAL tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM batik melalui pemenuhan standar produksi ramah lingkungan yang semakin menjadi tuntutan pasar," jelasnya.

Selain itu, program ini turut mendorong perubahan perilaku melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

"Maka, kami tidak hanya menghadirkan solusi lingkungan, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah bagi pelaku usaha batik melalui praktik produksi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan," tutupnya.(nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved