Proyek Pembangunan PSEL Tertunda, Begini Tanggapan Sekda Bantul
Meskipun pembangunan proyek PSEL mundur dari jadwal semula, Pemkab Bantul memilih tidak ambil pusing.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus melakukan transisi pengolahan sampah sembari menunggu berjalannya proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Meskipun pembangunan proyek PSEL mundur dari jadwal semula, Pemkab Bantul memilih tidak ambil pusing.
Sebab, Pemkab Bantul tetap memprioritaskan pembenahan pengolahan sampah secara maksimal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bantul, Agus Budiraharja, mengaku Pemkab Bantul selalu memikirkan bagaimana transisi pengolahan sampah berlangsung dengan baik.
Jikalau tidak ditunda pembangunan proyek PSEL, transisi pengolahan sampah di Bantul dinilai tetap dibutuhkan.
"Kita putar otak setiap hari. Kalau pun tidak ditunda (proyek PSEL) tetap ada transisi (pengolahan sampah). Jadi, bukan masalah ditunda atau tidak. Dan kemarin kan habis zoom untuk penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) PSEL kan," ucapnya, Minggu (17/5/2026).
Ia pun memberikan perumpamaan, pembangunan proyek PSEL membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
Apabila pembangunan PSEL mulai dilakukan pada 2026 atau 2027, maka proyek selesai dibangun pada tahun 2028 atau 2029.
Artinya, di jeda waktu tersebut, Bantul harus siap untuk mengoptimalkan pengolahan sampah.
"Jadi, kita memang tidak pernah berhenti. Tahun ini, kita kan juga optimalisasi menambah fasilitas dan kuota di TPST Modalan. Kemudian perubahan sistem di beberapa tempat, termasuk TPS3R Srigading. Itu kan juga bagian dari perjalanan yang selalu kita lakukan. Bukan karena ada PSEL, terus kita berhenti, ya tidak," urai dia.
Baca juga: Kabar Proyek PSEL Piyungan, DLH: Daerah Lain Sudah Dikerjakan, Bantul Kok Belum
Pemilahan Sampah
Tidak hanya itu, pihaknya juga memikirkan bagaimana mendesain sistem sampah terpilah dan terukur.
Pasalnya, selama ini hanya terdapat imbauan pemilahan sampah, tetapi belum berjalan secara maksimal.
Per Mei 2026, Pemkab Bantul memberikan jadwal pengangkutan pilah sampah yang terbagi menjadi Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat khusus untuk angkut sampah organik, serta Rabu dan Sabtu untuk angkut sampah anorganik.
"Itu supaya semakin lancar sirkulasi pengolahan sampah yang ada di Argodadi, Modalan, di tempat-tempat yang lain. Juga teman-teman TPS3R kita libatkan, swasta ikut hadir dan andil, maupun tetap beroperasi, ITF Bawuran juga beroperasi. Ada juga investor dan para pegiat yang lain," urainya.
Ia pun bersyukur, sejauh ini tidak ada gejolak penumpukan sampah yang luar biasa.
| Kabar Proyek PSEL Piyungan, DLH: Daerah Lain Sudah Dikerjakan, Bantul Kok Belum |
|
|---|
| Proyek PSEL Piyungan Ditunda Pusat, Ini Respon Pemkab Bantul |
|
|---|
| Optimalkan TPST dan TPS3R, Pemkab Bantul Targetkan Kelola Sampah 100 Ton Per Hari pada 2027 |
|
|---|
| PSEL DIY Ditunda, Sleman Andalkan Pasukan P3S untuk Tangani Sampah di Desa |
|
|---|
| Gerakan 'Mas JOS' Diklaim Efektif Tekan Volume Sampah di Kota Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekda-Bantul-Agus-Budiraharja-Senin-332025.jpg)