Viral Remaja Konsumsi Pil Sapi dan Curi Sepeda di Sewon Bantul, Begini Nasibnya

Beredar di medsos, remaja diamankan warga setelah dicurigai mencuri sepeda di Jl Imogiri Barat, Bantul

Tribun Jogja/Dok. Polres Bantul
CURI SEPEDA - Polisi dan masyarakat sedang mengamankan remaja laki-laki konsumsi pil sapi dan curi sepeda di Jalan Imogiri Barat, Ngoto, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Selasa (14/4/2026). 

Kini polisi telah mencoba menghubungi pihak keluarga ANY untuk dilakukan tindak lanjut.

Selain itu, polisi juga melakukan koordinasi untuk pengembangan kepemilikan pil sapi.

"Sampai saat ini, kasus masih dalam penanganan," tutup dia.

Apa itu pil sapi?

Pil Sapi sebenarnya adalah sebutan jalanan atau nama slang untuk obat keras jenis Trihexyphenidyl (THP). 

Dalam dunia medis, obat ini seharusnya digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson atau efek samping obat antipsikotik (gejala ekstrapiramidal).

Penyebutan "Pil Sapi" muncul karena efeknya yang membuat pemakainya merasa tenang hingga "teler" atau bengong layaknya sapi, serta harganya yang relatif sangat murah sehingga sering disalahgunakan oleh kalangan remaja dan pekerja kasar.

Kategori dan Penggolongan Obat

Secara hukum dan medis, Trihexyphenidyl masuk ke dalam kategori:

Obat Keras (Daftar G): Obat ini ditandai dengan lingkaran merah dengan huruf "K" di dalamnya. Artinya, obat ini wajib menggunakan resep dokter dan hanya boleh dijual di apotek resmi.

Psikotropika Golongan IV (Dalam beberapa konteks penegakan hukum): Meski secara farmakologi masuk kategori obat keras, penyalahgunaannya sering ditindak tegas karena efek ketergantungan dan kerusakan saraf yang ditimbulkannya mirip dengan narkotika.

Efek Samping dan Bahaya

Penggunaan Pil Sapi tanpa pengawasan medis sangat berbahaya karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat.

Efek Jangka Pendek

Euforia dan Halusinasi: Merasa sangat tenang, senang berlebihan, atau melihat/mendengar sesuatu yang tidak ada.

Kebingungan (Confusion): Sulit berkonsentrasi dan bicara tidak nyambung.

Fisik: Mulut kering, penglihatan kabur, jantung berdebar kencang (palpitasi), dan pusing hebat.

Efek Jangka Panjang

Kerusakan Otak Permanen: Melemahnya daya ingat (pikun di usia muda) dan menurunnya fungsi kognitif.

Gangguan Mental: Memicu psikosis, kecemasan akut, dan depresi berat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved