Embarkasi Perdana Berbasis Hotel di DIY Siap Berangkatkan 9.320 Calon Haji

DIY untuk pertama kalinya menyelenggarakan layanan Embarkasi Haji pada musim haji tahun 2026.

Tribun Jogja/HANIF SURYO
PELEPASAN HAJI - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) DIY, Jauhar Mustofa, ditemui seusai acara pelepasan calon jemaah haji DIY tahun 2026 di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (15/4/2026). 

Sementara itu, jemaah termuda adalah Fania Ulaya, seorang pelajar berusia 14 tahun 2 bulan (lahir 12 Januari 2012) asal Krajan, Poncosari, Srandakan, Bantul, yang tergabung dalam kloter sembilan.

Mitigasi Jemaah Risti Melalui Murur dan Tanazul
Tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji tahun ini, baik di tingkat daerah maupun nasional, adalah tingginya angka jemaah berisiko tinggi. 

Kondisi risti ini dikategorikan menjadi ringan (satu riwayat penyakit), sedang (dua riwayat penyakit), dan berat (tiga atau lebih riwayat penyakit seperti darah tinggi, asam urat, dan jantung).

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, Kementerian Haji menerapkan skema khusus di fase krusial Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

"Jadi hampir setahun jamaah yang risti tinggi itu lebih dari setengah kloter bahkan sampai 70 persen itu risti baik risti ringan, risti sedang maupun risti berat," ujarnya.

"Ini memang menjadi mitigasi kita Kementerian Haji yang lalu Kementerian Agama untuk memberikan pendampingan pada mereka. Makanya taglinenya tetap Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Risti, bahkan sekarang ada Haji Ramah Wanita.

"Tahun ini kan juga pemerintah lewat Kementerian Haji dan Umroh lebih akan memberikan rasa kenyamanan bagi pelaksanaan rasa armuzna dengan menerapkan skema namanya murur itu pergerakan jamaah haji yang dari Arofah menuju Mina tanpa mabit di Muzdalifah.

"Bagi jamaah risti, bagi jamaah disabilitas, bagi jamaah yang ngangguan kesehatan, lansia berserta pendampingnya.

"Tahun ini ditambah jamaah yang obesitas. Nah, itu yang kemudian nanti 50 persen jamaah yang dari Arofah ini bergerak ke Mina tanpa mabit di Muzdalifah dan hukumnya sah karena memang sudah dibahas dan ini yang nanti akan memberikan rasa kenyamanan Karena space di Muzdalifah itu sudah semakin berkurang," ungkap Jauhar menjelaskan secara rinci.

"Maka agar jamaah tidak berdesak-desakan, jamaah lansia, risti disabilitas berdesak-desakan, maka kemudian kita masukkan program namanya Murur.

"Nah, kemudian yang kedua program Tanazul Ini juga baru di Kementerian Haji. Tanazul ini juga ingin melonggarkan space yang ada di Mina, Karena Mina setiap tahun kan seperti itu ya.

"Jadi jamaah-jamaah haji nanti yang zona lima nanti, yang berada di zona lima Ini tidak mabit di Mina Tetapi akan didorong langsung dipulangkan ke hotel. Sehingga melempar jumruhnya nanti dari hotel yang ada di wilayah sisa yang jaraknya hanya sekitar 1-2 kilometer saja. Enggak jauh Jadi malah lebih dekat mabit di hotel daripada mabit di tenda Mina. Nah, inilah upaya-upaya pemerintah dalam rangka untuk memberikan peningkatan kualitas pelayanan apalagi pada jamaah risti tadi.

Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih bergejolak, Kemenhaj memastikan hal tersebut tidak berdampak pada jadwal penerbangan jemaah haji asal Indonesia. Berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) antara Kemenhaj RI dan Kementerian Haji Arab Saudi, seluruh agenda keberangkatan dipastikan aman dan tidak mengalami penundaan.

"Intinya mereka baru juga pulang dari Arab Saudi Dan mengadakan persiapan terakhir Dan ketemu dengan Kementerian Haji Arab Saudi, disampaikan bahwa kondisi sekarang ini masih on schedule. Jadi semua perencanaan timeline yang disusun bersama oleh Arab Saudi dan kita Indonesia masih sesuai Karena kondisinya memungkinkan Untuk menerbangkan jamaah haji kita dari Indonesia. Oleh karenanya insyaallah meskipun Timur Tengah juga belum mereda, tetapi persiapan keberangkatan ini Jamaah haji dari Indonesia tetap kita lakukan. Enggak, enggak ada penundaan," pungkas Jauhar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved