Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2027, Disdikpora Kota Yogya Tegaskan Kesiapan
Pemkot Yogyakarta menyatakan kesiapannya menyambut kebijakan pusat yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa SD.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta menyatakan kesiapannya menyambut kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD).
Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan tahun 2027 sebagai momentum awal kewajiban Bahasa Inggris untuk para pelajar sejak kelas 3 SD.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menegaskan bahwa regulasi anyar tersebut tidak akan menjadi kendala berarti bagi wilayahnya.
Menurutnya, ekosistem pendidikan di Kota Yogyakarta sejatinya sudah memiliki modal dasar yang kuat untuk menerapkan kurikulum tersebut.
"Sekolah-sekolah di Kota Yogya mungkin sebagian besar sudah ada pelajaran bahasa Inggris untuk pengenalan, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kalau sekolah swasta, bahkan sudah masuk ke dalam intrakurikuler semua," tandasnya, Senin (1/7/2026).
Budi menjelaskan, adaptasi terhadap kebijakan ini diproyeksikan berjalan lancar mengingat Kota Yogyakarta pernah menerapkan skema serupa beberapa tahun silam.
Pengalaman historis tersebut, katanya, membuat jajaran tenaga pendidik maupun manajemen sekolah tidak asing lagi dengan peta pengajaran Bahasa Inggris.
"Dulu kan juga pernah menjadi pelajaran wajib sebelum tahun 2015. Jadi sebenarnya bukan masalah bagi kita. Artinya untuk penerapan mapel wajib bahasa Inggris tahun depan, mudah-mudahan kota tidak kesulitan. Kita bisa cepat menyesuaikan," tutur Budi.
Baca juga: FTME UPN dan BPPTKG Lakukan Riset Lanjutan di Seyegan
Menanggapi kekhawatiran publik mengenai daya tangkap siswa kelas 3 SD yang dianggap masih terlalu dini, ia meminta masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak cemas.
Disdikpora menjamin, muatan materi yang diajarkan bakal disesuaikan dengan kapasitas kognitif anak, yakni fokus pada kosakata kontekstual sehari-hari.
"Itu kan bahasa Inggris yang mudah-mudah, simpel, yang ada dalam kehidupan anak sehari-hari. Belajar membaca dan menghafal kosakata, misalnya. Jadi pendekatan materi ajarnya mudah, seperti itu," imbuhnya.
Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan guru pengajar, Disdikpora Kota Yogyakarta kini tengah merancang skema penguatan performa guru pendidik.
Langkah tersebut ditempuh supaya selaras dengan target pelatihan nasional yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kalau soal guru dan ketersediaan SDM-nya sejauh ini, insyaallah kita siap, kita siapkan. Kita siap karena sudah punya modal di banyak sekolah yang fondasi pelajaran bahasa Inggrisnya sudah berjalan," cetusnya. (aka)
| Workshop English Public Speaking Bekali Santri Magelang Hadapi Persaingan Global |
|
|---|
| ITC Group Ekspansi ke Yogyakarta, Sasar Pengembangan Kompetensi Bahasa Inggris Profesional |
|
|---|
| 12 Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H dalam Bahasa Inggris |
|
|---|
| 45 Ucapan Selamat Berbuka Puasa dalam Bahasa Inggris dan Artinya |
|
|---|
| 70 Ucapan Menyambut Ramadan dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Artinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/5-Rekomendasi-Tontonan-Anak-yang-Dapat-Meningkatkan-Skill-Bahasa-Inggris.jpg)