ITC Group Ekspansi ke Yogyakarta, Sasar Pengembangan Kompetensi Bahasa Inggris Profesional
ITC Group of Companies resmi memperluas jaringan operasionalnya ke Daerah Istimewa Yogyakarta dengan membuka kantor cabang terbaru
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – ITC Group of Companies resmi memperluas jaringan operasionalnya ke Daerah Istimewa Yogyakarta dengan membuka kantor cabang terbaru pada Rabu (29/4/2026).
Fasilitas ini menghadirkan dua unit layanan utama, yaitu Direct English yang fokus pada pelatihan bahasa Inggris fungsional, dan International Test Center (ITC) sebagai pusat penyelenggara sertifikasi bahasa berstandar internasional.
General Manager ITC Group of Companies, Lenni Elvira, menuturkan bahwa langkah ekspansi ini merupakan upaya perusahaan dalam menyediakan layanan pengembangan kompetensi bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
Kantor baru ini melengkapi jaringan operasional yang sebelumnya telah tersedia di Jakarta, Solo, Bandung, Malang, hingga Tanjung Pinang.
Berbeda dengan pendekatan pendidikan bahasa konvensional, institusi ini menitikberatkan pada penggunaan bahasa secara fungsional.
Penguasaan tata bahasa (grammar) tidak dijadikan beban awal bagi peserta, melainkan diintegrasikan setelah peserta memiliki kepercayaan diri untuk berkomunikasi secara verbal.
"Direct English ini adalah kursus bahasa Inggris. Namanya 'Direct English' karena kami mengutamakan direct usage of English. Pembedanya dengan kursus bahasa Inggris pada umumnya adalah, di sini—baik siswa mulai dari basic (dasar) ataupun yang sudah cukup baik—kita berfokus pada penggunaan bahasa Inggris tersebut. Kita bicara soal aspek fungsional. Sesuai fungsinya, bahasa digunakan untuk komunikasi. Selain itu, kami juga menekankan penggunaan bahasa yang baik secara kebahasaan (tata bahasa). Di sini kita fokus pada aspek fungsional agar penggunaan sehari-harinya bisa lancar," papar Lenni.
Baca juga: Lulus Tanpa Pelukan Ibu, Keteguhan Leni Merajut Mimpi di Antara Duka dan Gelar Sarjana
Sebelum memulai program, setiap calon peserta diwajibkan menjalani placement test berbasis sistem dinamis yang merujuk pada standar Common European Framework of Reference (CEFR).
Tes yang berlangsung selama 10 hingga 20 menit ini memiliki tingkat kesulitan soal yang beradaptasi secara otomatis sesuai dengan kemampuan penjawab.
Lenni menegaskan bahwa metode ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam mengukur kemampuan bahasa asing mereka secara akurat.
"Secara umum, kendalanya adalah karena mereka tidak pernah dites, jadi mereka tidak tahu posisi kemampuannya ada di mana. Semuanya sering kali hanya berdasarkan asumsi atau perasaan sendiri. Misalnya, ditanya, 'Bisa bahasa Inggris tidak?' Jawabannya, 'Lumayanlah.' Tapi ukurannya apa? Itu kan hanya berdasarkan penilaian pribadi. Fungsi utama tes adalah mengukur secara objektif. Berdasarkan tes, ketahuan Anda berada di level berapa. Kalau kita hanya mengandalkan perasaan 'lumayan bisa', mungkin ketika diukur secara standar internasional, nilainya belum sesuai harapan. Dengan hasil yang objektif, kita bisa merancang metode belajar yang paling tepat," tegas Lenni.
Untuk menunjang efektivitas komunikasi, Direct English membatasi kapasitas ruang belajar. Model pembelajaran didominasi oleh kelas privat atau kelas kecil dengan maksimal tiga peserta yang memiliki tingkat kemampuan setara.
"Mayoritas kelas yang kami buka adalah small classroom (kelas kecil) atau bahkan kelas privat, agar pembelajarannya jauh lebih efektif, karena gol utamanya adalah kemampuan berbicara (speaking)," ungkapnya.
Di sisi lain, International Test Center (ITC) difungsikan sebagai penyelenggara berbagai jenis tes formal. Layanan ini mencakup tes bahasa Jepang untuk persiapan kerja di luar negeri hingga sertifikasi bahasa Inggris seperti TOEIC yang terintegrasi dengan program pelatihan.
Ke depannya, pihak manajemen berencana menyesuaikan struktur harga berdasarkan kondisi operasional wilayah, meskipun saat ini kebijakan pembiayaan masih merujuk pada standar nasional. (*)
| Update Merapi 6 Jam Terakhir: Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Kali Boyong |
|
|---|
| Duka Jadi Daya, Kisah Perjuangan Mahasiswi UNY Torehkan IPK Nyaris Sempurna |
|
|---|
| Di Balik Vonis Bebas Aktivis: Catatan Kekerasan, Intimidasi Aparat, dan Anomali di Ruang Sidang |
|
|---|
| Tekan Prevalensi Stunting DIY, Integrasi Program MBG dan Lumbung Mataraman Digodog |
|
|---|
| Forum Cik Di Tiro: Kriminalisasi Aktivis Kritis Cederai HAM dan Kebebasan Berekspresi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ITC-Group-Ekspansi-ke-Yogyakarta-Sasar-Pengembangan-Kompetensi-Bahasa-Inggris-Profesional.jpg)