Kolaborasi Pemkot Yogya dan Muhammadiyah Gotong Royong Bersihkan Aliran Sungai Code
Ratusan orang saling berbaur, menyisir bantaran, dan memungut sampah yang menyangkut di aliran Sungai Code
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga, relawan Muhammadiyah, anak panti asuhan, dan mahasiswa KKN UAD bergotong royong membersihkan sampah di aliran Sungai Code sekitar Dam Tungkak.
- Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi aksi ini sebagai bagian rekonstruksi sosial untuk mengubah kebiasaan buruk masyarakat yang suka membuang sampah ke sungai.
- Melalui One Village One Sister University, UAD diharapkan mengambil tanggung jawab atas satu segmen sungai guna dikembangkan menjadi destinasi yang bersih dan rapi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan di sekitar Dam Tungkak, Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu (24/5/2026) pagi.
Ratusan orang dari berbagai usia dan latar belakang tampak saling berbaur, menyisir bantaran, dan memunguti sampah yang menyangkut di aliran Sungai Code
Aksi gotong royong berskala besar ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Yogyakarta bersama Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, PD Muhammadiyah menerjunkan ratusan anak Panti Asuhan Yatim Putra, serta menggandeng mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Tak ketinggalan, warga sekitar bantaran dari Kampung Tangguh Bencana (KTB), personel Satpol PP, hingga petugas ulu-ulu sungai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga turut bahu-membahu.
Baca juga: BBWSSO Kehabisan Anggaran untuk Normalisasi Sungai di Jogja, DPUPKP Alokasikan Rp200 Juta
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo pun mengapresiasi PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang berhasil menggerakkan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa.
"Maknanya tidak hanya secara fisik, sungainya bersih, tapi mengubah perilaku itu lebih penting. Karena pemerintah kot baru menggalakkan rekonstruksi sosial, mengubah perilaku masyarakat yang semula ringan tangan buang sampah ke sungai," katanya.
Lebih lanjut, melalui program kolaborasi bertajuk One Village One Sister University, Wali Kota menaruh harapan besar pada keberlanjutan program KKN mahasiswa UAD di kawasan ini.
Hasto meyakini, mahasiswa bisa menjadi agent of change, untuk mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat supaya lebih peduli terhadap lingkungan.
"Saya berharap UAD mengambil satu segmen wilayah sungai. Kemudian segmen wilayah sungai itu jadi tanggung jawab UAD. Silakan berkarya, bisa bikin mural di tepi sungai, atau taman di tepi sungai. Kalau perlu bikin pelabuhan di tepi sungai untuk destinasi. Itu harapan saya untuk bersama-sama warga masyarakat," paparnya.
Sementara, Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani, mendorong gerakan kebersihan tepat di belakang Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah ini punya efek jangka panjang.
Sehingga, ke depan harus ada tindak lanjut berupa pembagian segmen atau daerah tertentu yang menjadi tanggung jawab mahasiswa UAD untuk memberikan kontribusi nyata agar sungai tetap bersih dan rapi.
"Kita saling mengingatkan, bahwa sungai yang bersih itu sangat membantu untuk ekosistem yang lebih baik. Jadi kita secara langsung mendidik mahasiswa untuk bisa peduli lingkungan, itu bagian dari KKN alternatif UAD untuk bisa membantu masyarakat di Yogyakarta," ucapnya. (aka)
| BBWSSO Kehabisan Anggaran untuk Normalisasi Sungai di Jogja, DPUPKP Alokasikan Rp200 Juta |
|
|---|
| Lanjutkan Normalisasi Sungai, Pemkot Yogyakarta Anggarkan Rp200 Juta untuk Sewa Alat Berat |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Luncurkan 'Wamira', Jadi Unit Usaha Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Dukung Wacana 'Urban Rafting' di Tengah Kota, FAJI DIY Sebut Sungai Code Menarik untuk Pemula |
|
|---|
| Susuri Sungai Code, Wali Kota Hasto Wardoyo Gali Potensi Wisata Minat Khusus 'Urban Rafting' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kolaborasi-Pemkot-Yogya-dan-Muhammadiyah-Gotong-Royong-Bersihkan-Aliran-Sungai-Code.jpg)