Selasa Siang Ini, Gunung Merapi Tercatat Mengalami 36 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi tercatat mengalami 36 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan lama gempa 75.62-207.85 detik.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Selasa (31/3/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi tercatat mengalami 36 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan lama gempa 75.62-207.85 detik.

Selain itu tercatat pula 23 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-31 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 11.24-49.88 detik.

Serta 30 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan lama gempa 55.9-164.36 detik.

Hal itu berdasarkan catatan laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Selasa (31/3/2026), pukul 06.00-12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi tertutup kabut 0-III. Asap kawah nihil. 

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara berkisar 21.1-25.4°C. Kelembaban 88.7-96 persen. Tekanan udara 873.9-918.2 mmHg.

Baca juga: Sterilisasi Bus di Titik Nol Dinilai Efektif Urai Kemacetan Selama Libur Lebaran 2026

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved