Sterilisasi Bus di Titik Nol Dinilai Efektif Urai Kemacetan Selama Libur Lebaran 2026

Kebijakan sterilisasi angkutan bus di kawasan Titik Nol dan TKP Senopati, selama libur Lebaran 2026 dinilai efektif mengurai kemacetan

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Bus pariwisata terparkir di Tempat Parkir Khusus (TPK) Eks Menara Kopi Kotabaru, Yogyakarta, Rabu (25/3/2026). Kebijakan sterilisasi bus wisata di kawasan inti Sumbu Filosofi Yogyakarta mulai berdampak pada peningkatan aktivitas parkir di lokasi tersebut, setelah sebelumnya sepi selama sembilan bulan. Pada masa libur Lebaran 2026, puluhan armada bus kembali masuk dan membawa wisatawan, sehingga menggeliatkan kembali aktivitas ekonomi pedagang dan pengelola di kawasan itu 

Ringkasan Berita:
  • Uji coba larangan bus di Titik Nol dan Area Senopati sukses mengurai kemacetan Lebaran, sehingga Dishub DIY merekomendasikan kebijakan ini permanen demi menjaga cagar budaya.
  • Meski bus tertata, parkir liar di sirip Malioboro masih menjamur. Petugas menindak tegas dengan penggembosan ban mobil yang melanggar marka larangan parkir.
  • Mobilitas Lebaran 2026 melonjak hingga 8,3 juta orang. Kehadiran Tol Fungsional Purwomartani dinilai sangat membantu memecah kepadatan arus kendaraan masuk ke DIY.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan uji coba sterilisasi angkutan bus di kawasan Titik Nol dan Tempat Parkir Khusus (TKP) Senopati, Kota Yogyakarta, selama libur Lebaran 2026 dinilai efektif mengurai kemacetan.

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merekomendasikan skema pelarangan tersebut untuk dilanjutkan guna memperlancar arus lalu lintas kendaraan kecil sekaligus melindungi kawasan cagar budaya di pusat kota.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, di Yogyakarta, Selasa (31/3/2026), menjelaskan bahwa skema pembatasan akses bus ini merupakan langkah strategis untuk menata ulang alur transportasi di jantung pariwisata Yogyakarta. 

Selain aspek kelancaran lalu lintas, kebijakan ini juga ditujukan sebagai upaya preventif menjaga kelestarian kawasan cagar budaya yang sangat rentan terhadap beban kendaraan berat.

“Sehingga ini diuji coba di dalam lebaran ini tidak dilewatkan bus,” ujar Chrestina.

Menurut Chrestina, keberadaan bus di titik-titik krusial selama periode puncak kunjungan wisata terbukti memicu kepadatan yang ekstrem.

Saat bus melakukan manuver keluar-masuk area parkir, arus kendaraan lain sering kali terhambat, yang berujung pada penumpukan kendaraan di sepanjang jalan utama.

“Kalau ada bus itu sangat crowded, karena saat bus keluar itu masih akan mengganggu masyarakat yang melalui jalan tersebut. Jadi ini bagus kalau terus dilanjutkan, terkait dengan pengalihan parkir bus yang ada di area Senopati,” papar Chrestina.

Baca juga: Deretan Tayangan Hiburan Terbaru Edisi April 2026 di Disney Plus

Tantangan Parkir Liar

Di balik keberhasilan sterilisasi kawasan Titik Nol, Dishub DIY mengakui masih menghadapi tantangan besar dalam menertibkan parkir liar di sirip-sirip jalan sekitar kawasan Malioboro.

Praktik parkir ilegal yang tidak sesuai ketentuan tersebut kerap memakan badan jalan dan menjadi penyumbang kemacetan yang sulit dikendalikan.

Dalam penegakannya, pemerintah telah mengambil langkah tegas, termasuk melakukan penggembosan ban mobil yang kedapatan parkir di area terlarang.

Namun, upaya ini terkadang menemui kendala di lapangan karena oknum juru parkir liar yang kerap menghindar saat petugas datang.

“Sebenarnya kita mengatur, tapi masyarakat kami berharap juga punya komitmen yang sama. Kalau ini adalah parkir yang menjadi salah satu penyebab kemacetan, tentunya juga kita harus menyadari. Kemarin juga ada mobil yang akhirnya dikempesi. Itu sebenarnya salah satu bentuk menegakkan peraturan,” ungkapnya.

Chrestina juga menyoroti kerugian yang dialami wisatawan akibat maraknya parkir liar. Sering kali, wisatawan terpaksa membayar biaya parkir kepada oknum yang tidak berizin dan menggunakan area yang sebenarnya dilarang untuk parkir.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved