Siklon Narelle Picu Hujan Lebat di DIY, Waspada hingga 30 Maret

Hujan lebat yang mengguyur wilayah DIY beberapa hari terakhir merupakan dampak dari kemunculan Siklon Tropis Narelle

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
DOK. Humas BMKG
Logo BMKG Indonesia 

Ringkasan Berita:
  • Hujan lebat di DIY dipicu Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia, meningkatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa hingga Nusa Tenggara.
  • BMKG memperingatkan hujan sedang–lebat dan gelombang laut 1,25–2,5 meter yang berpotensi memicu banjir dan risiko di perairan.
  • Di DIY, hujan diprediksi berlangsung hingga 30 Maret 2026; warga diimbau waspada dan rutin memantau info cuaca resmi.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM - Hujan lebat yang mengguyur wilayah DIY beberapa hari terakhir merupakan dampak dari kemunculan Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia barat Australia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat. 

Siklon yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis 96P ini memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Menurut BMKG, Siklon Tropis Narelle meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. 

Dampak ini mendorong potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Dikutip dari Kompas.com, BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami hujan meliputi:

  • Banten
  • DKI Jakarta
  •  Jawa Barat
  •  Jawa Tengah
  •  Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jawa Timur.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena hujan lebat dapat memicu genangan hingga banjir di beberapa daerah.

Gelombang laut berpotensi naik hingga 2,5 meter

Selain memicu hujan, BMKG juga memperingatkan peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia.

BMKG memprakirakan tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori moderate sea.

Baca juga: Dorong Minat Bertani, Magelang Luncurkan Program Edukasi ETNIK PLUS

BMKG merinci wilayah perairan yang berpotensi terdampak sebagai berikut:

  • Perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur
  • Samudra Hindia selatan Bali
  • Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat
  •  Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
  • Laut Sawu
  • Laut Arafuru bagian barat.

BMKG mengimbau nelayan dan operator transportasi laut untuk memperhatikan kondisi gelombang sebelum beraktivitas.

BMKG minta masyarakat tetap waspada BMKG menegaskan bahwa meskipun pusat siklon berada di luar wilayah Indonesia, sistem ini tetap memberi dampak tidak langsung.

Dampak tersebut meliputi peningkatan curah hujan dan tinggi gelombang laut.

BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved