Dorong Minat Bertani, Magelang Luncurkan Program Edukasi ETNIK PLUS
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pendekatan edukatif.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pendekatan edukatif.
Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi ETNIK PLUS (Edukasi Petani Cilik) Tahap 2 yang digelar beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang ini menjadi pengembangan dari program ETNIK sebelumnya, dengan sasaran yang kini diperluas hingga masyarakat umum.
Sebanyak 30 peserta dari Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) turut hadir dalam sosialisasi tersebut.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antar pelaku pertanian sekaligus memperluas promosi edukasi pertanian di tengah masyarakat.
Baca juga: Pesan Wali Kota Magelang Kepada 18 Pegawai yang Dilantik jadi PNS, Layani Masyarakat dengan Maksimal
Program ETNIK PLUS dirancang sebagai paket edukasi yang interaktif dan aplikatif. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung di bidang pertanian.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya sektor pertanian, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan lahan secara produktif.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai konsep, tujuan, serta berbagai pilihan paket edukasi yang ditawarkan dalam ETNIK PLUS.
Selain itu, program ini membuka peluang kerja sama dengan kelompok tani dan kelembagaan pertanian sebagai mitra pelaksana di lapangan.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang berharap, ETNIK PLUS mampu memperluas jangkauan edukasi pertanian, menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha tani.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pertanian di Kota Magelang dapat semakin maju, edukatif, dan berdaya saing. (*)
| SMKN 1 Pandak Bantul Sulap Lahan 400 Meter Persegi Jadi Kebun Melon Impor |
|
|---|
| DPP Kulon Progo Dorong Pompa Bertenaga Listrik untuk Irigasi Demi Optimalkan Hasil Pertanian |
|
|---|
| NTT Adopsi Digitalisasi Pertanian DIY untuk Tekan Inflasi dan Bangun Pasar Bersama |
|
|---|
| Stok Beras Nasional Per 23 April 2026 Tembus 5 Juta Ton, Gudang Bulog Penuh Semua |
|
|---|
| PSLB INSTIPER Yogyakarta dan CIRAD Dorong Skema Smart Agroforestry |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dorong-Minat-Bertani-Magelang-Luncurkan-Program-Edukasi-ETNIK-PLUS.jpg)