75 Warga Gamping dan Mlati Dikukuhkan Jadi Kader Bela Negara

Danang menegaskan bahwa bela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga untuk menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Dok. Pemkab Sleman
BELA NEGARA: Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, saat mengukuhkan 75 kader bela negara di Balai Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, pada Jumat (27/3/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengukuhkan 75 kader bela negara di Balai Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (27/3/2025).

Pengukuhan ini merupakan puncak dari Pelatihan Dasar Bela Negara yang diikuti perwakilan pamong kalurahan serta masyarakat dari Kapanewon Gamping dan Mlati.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (25–27 Maret 2026) tersebut, bertujuan menguatkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengaktualisasikan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari guna memperkokoh ketahanan nasional dari tingkat lokal.

Hak sekaligus kewajiban

Dalam arahannya, Danang menegaskan bahwa bela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga untuk menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa.

Ia menyoroti tantangan di era digital, di mana ancaman terhadap persatuan tidak lagi berupa serangan fisik, melainkan melalui ruang siber.

"Hoax, ujaran kebencian, radikalisme serta berbagai upaya lainnya dapat memecah belah masyarakat melalui media digital. Oleh karena itu, semangat bela negara tetap terus diperkuat dan disesuaikan dengan perkembangan zaman," kata Danang.

Tumbuhkan kesadaran

Ia berpesan agar para kader menumbuhkan kesadaran bela negara mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan masyarakat. 

Para kader diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperkuat persatuan sekaligus menjadi teladan dalam penggunaan media digital secara bijak.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Samsul Bakri menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Ia berharap nilai-nilai bela negara dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, serta mampu memperkokoh ketahanan nasional dari tingkat lokal.

"Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat semakin memahami pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta memiliki semangat untuk berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved