Takbir Keliling di Sleman Diperbolehkan Hanya Tingkat Kalurahan
Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto mengatakan bahwa masyarakat diperbolehkan melaksanakan takbir keliling
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman memperbolehkan masyarakat yang ingin melaksanakan takbir keliling pada malam Idulfitri 1447 H namun dengan batasan hanya di lingkup padukuhan dan kalurahan masing-masing.
Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap syiar dan kultur masyarakat, dengan tetap menyiagakan personel untuk melakukan penyekatan di simpang batas wilayah agar tidak terjadi penumpukan masyarakat dari luar daerah.
Takbir keliling terbatas kalurahan
Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto mengatakan bahwa masyarakat diperbolehkan melaksanakan takbir keliling baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan. Namun, ia mengimbau agar pelaksanaannya dibatasi hanya di lingkup padukuhan dan kalurahan masing-masing.
"Pertimbangan kami (memperbolehkan takbir keliling) karena ini adalah momen umat muslim merayakan kemenangan setelah Ramadan, sekaligus bagian dari syiar dan kultur masyarakat," ujar Kompol Masnoto, Kamis (19/3/2026).
Untuk mengawal kegiatan masyarakat tersebut, Polresta Sleman dibantu Polsek jajaran akan menyiagakan personel di berbagai titik rawan. Jika ditemukan rombongan takbir keliling yang masuk ke jalan raya, petugas akan memberikan imbauan untuk tetap tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan.
Polisi juga akan melakukan penyekatan di simpang-simpang batas wilayah untuk mencegah terjadinya penumpukan massa yang berpotensi terjadi gesekan. Tujuan dari penyekatan untuk menghalau peserta takbir keliling dari luar daerah yang mencoba masuk ke wilayah Sleman.
"Bila ditemukan peserta dari wilayah lain, akan kami arahkan untuk kembali ke wilayah asalnya,"ujar dia.
Selain itu, kepolisian juga menetapkan batas waktu pelaksanaan takbir keliling. Jika hingga pukul 23.00 WIB masih ditemukan warga yang melakukan takbir keliling, petugas di lapangan akan secara persuasif mengarahkan mereka untuk segera pulang ke rumah masing-masing, demi menjaga kondusivitas malam takbiran.(*)
| Ratusan Petugas Siap Sisir Hewan Kurban di Sleman |
|
|---|
| Hari Jadi ke-110 Sleman, 15 Dalang Berkolaborasi dalam Pagelaran Wayang Kulit |
|
|---|
| Ekosistem Kendaraan Listrik di Yogyakarta Kian Matang, Sleman Jadi Pasar Potensial |
|
|---|
| Kabar Proyek PSEL Piyungan, DLH: Daerah Lain Sudah Dikerjakan, Bantul Kok Belum |
|
|---|
| Pegawai PPPK di Sleman Meninggal dengan Luka Leher, Polisi Menduga Korban Bunuh Diri karena Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lomba-takbir-keliling-di-masjid-agung-sleman-memperbutkan-piala-bupati.jpg)