Ratusan Petugas Siap Sisir Hewan Kurban di Sleman
Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DP3) Sleman mengerahkan ratusan petugas untuk memantau kesehatan hewan kurban pada tahun ini.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DP3) Kabupaten Sleman mengerahkan ratusan petugas untuk memantau kesehatan hewan kurban pada tahun ini.
Langkah masif ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang disembelih pada Hari Raya Iduladha hingga hari tasyrik benar-benar aman dan layak konsumsi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DP3 Sleman, drh.Suryawati Purwaningtyas merinci jumlah personel di lapangan yang mencapai ratusan orang. Mereka dibagi ke dalam beberapa pos pemantauan untuk menutup celah peredaran hewan berpenyakit.
"Untuk pemantauan pas kurban dan hari tasyrik, lebih kurang 200-an petugas. Sementara, untuk pengawasan di pasar tiban ada sekitar 40 orang," kata Suryawati, Sabtu (16/5/2026).
Hewan kurban yang dijual di pasar tiban perlu dipantau sebagai langkah deteksi dini potensi penyebaran penyakit menular.
Mengingat, tingginya kebutuhan Iduladha memicu masuknya pasokan ternak dari luar wilayah yang belum terjamin status kesehatannya.
Karena itu petugas melakukan pemeriksaan ante-mortem atau fisik hewan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada ternak.
Pengawasan ini tidak hanya mengandalkan personel internal. Tetapi juga melibatkan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto mengatakan, pihaknya turut menggandeng puluhan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperluas jangkauan pemantauan secara mobile atau berkeliling. Jumlahnya lebih kurang 50-70an mahasiswa.
"Selain itu ada tenaga dokter hewan lebih kurang sekitar 24 orang dan penyuluh lapangan sekitar 75 orang.Insyaallah petugas ini nanti cukup (untuk memantau)," ujar Rofiq.
Tim pemantau ini bertugas memeriksa kesehatan ternak sebelum disembelih (ante-mortem) serta sesudah disembelih (post-mortem). Selain kesehatan fisik hewan, ratusan petugas ini juga akan mengawasi teknis pelaksanaan di lapangan.
Di antaranya memastikan jarak tempat penanganan daging minimal 10-20 meter dari lokasi penyembelihan, menjaga hewan agar tidak stres sebelum dipotong, hingga memastikan limbah darah dan kotoran tidak dibuang ke sungai.
| Hari ke-18 Fenomena Api di Seyegan, Peneliti Ungkap Anomali Bawah Tanah |
|
|---|
| UGM Deteksi Anomali Resistivitas di Rumah Agusyani, Api Seyegan Diduga Berkaitan Gas Bawah Tanah |
|
|---|
| Relosa Rivan Tambah Porsi Latihan demi Hadapi Super League Bersama PSS Sleman |
|
|---|
| Pemindaian Geolistrik, Tim UGM Temukan Anomali Lapisan Tanah di Rumah Korban Teror Api Seyegan |
|
|---|
| Teror Api Misterius di Seyegan Belum Berhenti, Handuk di Rumah Tetangga Agusyani Tiba-tiba Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Foto-Berita-Sleman-Hari-Ini.jpg)