Musim Panen MT Dua Masih Berlangsung, Stok Beras di Bantul Dipastikan Aman Selama Idulfitri 2026

Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan bulan ini para petani padi mulai melakukan panen musim tanam (MT) kedua.

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo. 
Ringkasan Berita:
  • DKPP Kabupaten Bantul memastikan stok atau ketersediaan beras selama momen Lebaran Idulfitri 2026 aman
  • Saat ini, sedang berlangsung musim panen padi di beberapa daerah di wilayah Bantu. 
  • Bulan ini, para petani padi di Bantul mulai melakukan panen musim tanam (MT) kedua. 
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memastikan stok atau ketersediaan beras selama momen Lebaran Idulfitri 2026 aman, mengingat saat ini sedang berlangsung musim panen.

Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan bulan ini para petani padi mulai melakukan panen musim tanam (MT) kedua.

Puncak pelaksanaan panen MT dua berlangsung sekitar akhir Maret atau awal April 2026.

"MT dua ini kan masih berlangsung, untuk jumlahnya kemungkinan tidak jauh berbeda dari MT satu lalu. Tapi, saya tidak hapal datanya," ucapnya, Rabu (18/3/2026).

Dikatakannya, sebaran panen padi hampir merata di seluruh Bumi Projotamansari.

Namun, sebaran panen padi paling banyak masih terjadi di Kapanewon Sewon, Bambanglipuro, Pandak, Jetis, hingga Imogiri. 

Kata Joko, di lokasi itu terdapat luas tanam sekitar 1.000 hektare.

Baca juga: Warga Bantul Kritisi Program MBG dan KDMP yang Tak Kena Efisiensi Anggaran

Di mana rata-rata per hektare hasil panen bisa mencapai lebih dari delapan ton. 

Walau begitu, di Ngepet, Kapanewon Sanden, kata Joko, hasil panen padi bisa mencapai sekitar 13 ton gabah kering panen atau gabah kering pungut per hektare.

"Di Ngepet itu, yang hasil panennya 13,4 ton, terus 11 ton, terus lebih dari 10 ton. Itu sangat bagus dan bisa memenuhi permintaan konsumen," jelasnya.

Lebih lanjut, pada tahun ini pihaknya menargetkan luas tanam padi sejumlah 35 ribu hektare.

Dari jumlah itu, momen hasil tanam padi paling banyak pada MT satu dan MT dua. Sayangnya, ia tidak menjelaskan jumlah hasil tanam padi MT satu. 

"Kami terus berupaya meningkatkan hasil panen padi berupa gabah kering panen atau gabah kering pungut untuk memenuhi permintaan pasar," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved