Dua Hewan Ternak Mati Terpapar PMK, DKPP Bantul Berikan Vaksinasi PMK Secara Bertahap
Hingga Senin (2/2/2026) tercatat sudah ada 23 hewan ternak jenis sapi di Bumi Projotamansari yang terpapar PMK.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- DKPP Kabupaten Bantul mencatat ada dua hewan ternak mati dikarenakan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
- Hingga Senin (2/2/2026), tercatat sudah ada 23 hewan ternak jenis sapi di Bumi Projotamansari yang terpapar PMK.
- Sebagai langkah lebih lanjut, DKPP Bantul telah mendistribusikan pemberian vaksin PMK pada hewan ternak
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mencatat ada dua hewan ternak mati dikarenakan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bantul, Novriyeni, menyebut hingga Senin (2/2/2026) tercatat sudah ada 23 hewan ternak jenis sapi di Bumi Projotamansari yang terpapar PMK.
"Dari jumlah itu, tercatat dua ternak mati dan 12 ternak sembuh dari kasus PMK," katanya, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com.
Sebaran Kasus
Dikatakannya, kasus PMK pada ternak itu tersebar di Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro; Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo; Kalurahan Selopamioro dan Sriharjo, Kapanewon Imogiri.
Selanjutnya, kasus PMK tersebar pada ternak di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak; Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret; Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong; Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden; dan Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.
"Untuk dua ternak yang mati berada di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong," tutur dia.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan Bantul Selama Januari Turun 33 Persen Dibanding Tahun Lalu
Vaksinasi Ternak
Sebagai langkah lebih lanjut, pihaknya juga telah mendistribusikan pemberian vaksin PMK pada ternak.
Tercatat, hingga 31 Januari 2026, terdapat 1.718 dosis yang diberikan pada ternak dengan rincian 874 dosis pada sapi dan 844 dosis pada kambing/domba.
"Kami mendapatkan vaksin PMK 6.000 dosis yang didistribusikan secara bertahap dari Januari sampai Maret 2026," ucapnya.
Selain itu, pihaknya turut meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak rentan PMK (sapi, kambing, domba dan babi) dan produknya serta media pembawa penyakit PMK lainnya merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023.
Kemudian, pihaknya juga melakukan penanganan kesehatan terhadap hewan sakit dengan tindakan pengobatan dan penerapan biosekuriti yang ketat dengan tidak memperdagangkan ternak yang sakit.
"Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya peternak/pemilik ternak untuk melakukan penerapan biosekuriti yang ketat dan menjaga kebersihan kandang, melakukan disinfeksi kandang serta peralatan," tandasnya.(*)
| Musim Panen MT Dua Masih Berlangsung, Stok Beras di Bantul Dipastikan Aman Selama Idulfitri 2026 |
|
|---|
| 194 Kasus PMK Ditemukan di DIY, Sebaran Tertinggi di Kulon Progo |
|
|---|
| DKPP Bantul Distribusikan Vaksinasi PMK Secara Bertahap di Pundong |
|
|---|
| Sempat Melonjak di Awal 2026, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun |
|
|---|
| Antisipasi Sebaran PMK, Ratusan Hewan Ternak di Kota Yogyakarta Disasar Program Vaksinasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PMK-Kembali-Marak-Peternak-di-Sukoreno-Kulon-Progo-Diimbau-Jaga-Kondisi-Sapi-Ternak.jpg)