Cakupan CKG Kulon Progo Masih 17 Persen, Hipertensi Jadi Temuan Utama

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo memastikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus berjalan untuk melayani masyarakat

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Daftar pemeriksaan yang disediakan untuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Wates, Kulon Progo, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo memastikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus berjalan untuk melayani masyarakat.

Program CKG merupakan salah satu gagasan dari Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih mengatakan cakupan CKG di wilayahnya masih cukup rendah. 

"Cakupan CKG di Kulon Progo baru sekitar 17 persen sampai akhir 2025," katanya pada Rabu (11/03/2026).

Meski begitu, Dinkes Kulon Progo mulai bisa melihat seperti apa kondisi kesehatan masyarakat. Salah satunya dari masalah kesehatan atau bahkan penyakit yang ditemukan saat CKG.

Salah satunya adalah penyakit Hipertensi, yang mana jadi temuan paling dominan dari CKG. Temuan terbanyak kedua adalah Diabetes Mellitus (DM).

"Menurut survei, temuan penyakit Hipertensi mencapai 34 persen, sedangkan DM sekitar 6 persen," ungkap Susilaningsih.

Baca juga: Hasil Sidak BBPOM DIY: Seluruh Sampel Takjil di Jalan Baru Kemiri Aman Dikonsumsi

Ia mengatakan penyakit tersebut ditemukan pada kelompok usia produktif hingga lanjut usia (lansia). Adapun 2 kelompok usia ini yang paling banyak mengakses program CKG.

Susilaningsih memastikan temuan tersebut langsung ditindaklanjuti lewat penanganan medis. Seperti pemberian obat untuk mengontrol penyakitnya.

"Apalagi penderita Hipertensi dan Diabetes Mellitus harus rutin mengonsumsi obat," jelasnya.

Susilaningsih mengakui masih banyak warga yang enggan mengakses CKG. Ia menduga warga khawatir jika nantinya didiagnosa menderita penyakit tertentu dan harus minum obat untuk menanggulanginya.

Meski begitu pihaknya terus berupaya agar cakupan CKG bisa semakin tinggi. Salah satunya dengan memperluas jangkauan layanan, tidak hanya di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), tapi juga ke instansi.

"Seperti pada Maret-April ini, kami akan menyasar semua Polsek di Kulon Progo untuk percepatan capaian CKG," kata Susilaningsih.

Ia pun berharap masyarakat tidak khawatir dengan hasil dari CKG. Sebab deteksi dini justru menjadi langkah penting agar upaya pencegahan dan pengendalian bisa dilakukan lebih awal.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved