Akan Ada 1 SPPG Khusus 3B, Dinkes Kulon Progo Minta Dilibatkan untuk MBG Kelompok Rentan

Susilaningsih mengungkapkan ada juga rencana untuk menjadikan balita, ibu menyusui (busui) dan ibu hamil atau 3B sebagai sasaran MBG.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah berencana mengubah sasaran MBG dari pelajar ke anak kekurangan gizi serta kelompok 3B (balita, busui, ibu hamil).
  • Di Kulon Progo sudah ada satu SPPG percontohan untuk melayani kelompok 3B, meski belum resmi beroperasi penuh.
  • Dinkes berharap dilibatkan dalam pendataan dan pengawasan MBG karena angka stunting di Kulon Progo masih tinggi, mencapai 10,64–17 persen.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto terus mengalami perkembangan dan dinamika. Terakhir, pemerintah hendak mengubah sasaran MBG dari pelajar ke anak yang mengalami kekurangan gizi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih mengungkapkan ada juga rencana untuk menjadikan balita, ibu menyusui (busui) dan ibu hamil atau 3B sebagai sasaran MBG.

SPPG kelompok 3B belum resm beroperasi 

"Memang di Kulon Progo belum resmi diluncurkan, tapi sudah ada 1 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang akan dijadikan percontohan," katanya pada Jumat (01/05/2026).

Susilaningsih mengatakan SPPG yang akan melayani kelompok 3B tersebut berada di Kapanewon Nanggulan. Meski begitu pelaksanaannya secara menyeluruh belum resmi dilakukan.

Terkait sasaran anak kekurangan gizi sebagai sasaran MBG, ia mengatakan di Kulon Progo jumlahnya masih cukup tinggi. Adapun anak kekurangan gizi masuk dalam kategori stunting.

"Kalau menurut data Sigizi, Stunting di Kulon Progo mencapai 10,64 persen di 2025, sedangkan kalau versi SKI (Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 sekitar 17 persen," ujar Susilaningsih.

Dinkes minta dilibatkan MBG kelompok rentan

Ia mengatakan bahwa jumlah tersebut masih lebih tinggi dari angka rata-rata nasional. Ia pun berharap pihaknya turut dilibatkan dalam pelaksanaan MBG yang menyasar pada kelompok rentan seperti 3B dan stunting.

Susilaningsih ingin Dinkes dilibatkan dalam proses pendataan sasaran MBG. Termasuk standar pemenuhan gizi, mengingat kebutuhan gizi tiap sasaran bisa berbeda-beda.

"Kami juga ingin bisa dilibatkan dalam pengawasannya, apalagi sasarannya kelompok rentan," jelasnya.

Program MBG di Kulon Progo hingga kini masih menyasar pada kelompok pelajar. Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto mengatakan cakupan sasarannya saat ini sudah 96 persen.

Sasarannya sudah mencapai seluruh 12 kapanewon di Kulon Progo. Adapun yang belum menerima MBG adalah sekolah dengan kondisi geografis yang sulit serta pelajarnya sedikit.

"Kami terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar layanan bisa menjangkau semua pelajar," kata Nur Hadi.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved