YIA Kulon Progo Antisipasi Hantavirus, Perketat Kewaspadaan Meski Belum Ada Laporan Kasus
Pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo mulai meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyebaran Hantavirus.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo mulai meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyebaran Hantavirus.
Sebab virus ini berpotensi dibawa oleh para penumpang, terutama dari rute penerbangan internasional.
General Manager YIA Kulon Progo, Muhammad Thamrin menyampaikan upaya pengawasan mengikuti pola penanganan penyakit menular secara internasional.
"Kami berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dalam upaya pengawasan," kata Thamrin pada Senin (11/05/2026).
Adapun BKK Klas II Yogyakarta telah menempatkan petugasnya di YIA. Petugas akan melaksanakan pengawasan terhadap pelaku perjalanan yang baru tiba maupun hendak berangkat dari YIA.
Pengawasan dan pengendalian juga dilakukan pada vektor binatang yang menjadi penyebab penularan.
Khusus bagi pelaku perjalanan di Terminal Kedatangan Internasional YIA, akan ada pemeriksaan dengan pemindai suhu tubuh atau Thermal Scanner.
"Pelaku perjalanan juga wajib mengisi formulir deklarasi kedatangan melalui aplikasi atau situs All Indonesia," ujar Thamrin.
Baca juga: Dua Sapi Bantul Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo 2026
Jika nanti ditemukan pelaku perjalanan dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celcius, maka akan dirujuk ke fasilitas kesehatan. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo juga akan dilakukan.
Thamrin mengatakan sejauh ini belum ada laporan kasus Hantavirus yang ditemukan dari YIA. Ia memastikan pelaku perjalanan yang datang melalui YIA masih bebas dari gejala penyakit tersebut.
"Namun kewaspadaan tetap kami tingkatkan melalui koordinasi intensif secara lintas instansi," jelasnya.
Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih mengatakan sempat ada 1 suspek Hantavirus yang dilaporkan. Sampel dari suspek tersebut sudah diperiksa di laboratorium dan hasilnya dinyatakan negatif Hantavirus.
Namun pihaknya tetap mengantisipasi potensi penyebaran virus. Sebab pihaknya menemukan temuan positif Hantavirus pada tikus yang diperiksa sampelnya oleh laboratorium.
Tikus dikenal sebagai pembawa Hantavirus lewat kotorannya dan bisa menularkannya pada manusia. Penularan umumnya hanya terjadi antara hewan, dalam hal ini tikus, ke manusia alias zoonosis.
"Sejauh ini tidak ada kasus penularan Hantavirus dari manusia ke manusia, sifatnya lebih zoonosis," ujar Susilaningsih.(alx)
| Sempat Ada Dua Kasus di 2025, Dinkes Bantul Pastikan Nihil Laporan Hantavirus pada 2026 |
|
|---|
| Sempat Ada 6 Kasus, Dinkes Pastikan DIY Nihil Hantavirus di Awal 2026 |
|
|---|
| Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dinyatakan Negatif, tapi Jangan Lengah, Virus Masih Ada pada Tikus |
|
|---|
| Kadinkes Kulon Progo Respons soal Adanya Suspek Hantavirus, Pastikan Nihil Kasus Positif |
|
|---|
| Haruskah Kita Khawatir dengan Hantavirus yang Sudah Tewaskan 3 Orang? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/YIA-Kulon-Progo-Antisipasi-Hantavirus-Perketat-Kewaspadaan-Meski-Belum-Ada-Laporan-Kasus.jpg)