Target Cek Kesehatan Gratis 2026 Naik Menjadi 46 Persen, Dinkes Kulon Progo Siapkan Strategi Khusus

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih menyampaikan bahwa target capaian CKG 2026 naik jadi 46 persen dari yang sebelumnya 36 persen

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Lapangan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, beberapa waktu lalu. Dinkes Kulon Progo terus berupaya mengejar target capaian CKG yang naik jadi 46 persen di 2026. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Target capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat naik di 2026 ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo pun melakukan berbagai upaya untuk mengejar capaian sasaran CKG agar sesuai target tersebut.

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih menyampaikan bahwa target capaian CKG 2026 naik jadi 46 persen dari yang sebelumnya 36 persen. Target ini didasarkan dari jumlah penduduk di setiap daerah.

"Sedangkan di Kulon Progo capaian CKG baru mencapai 17 persen," ujarnya pada Rabu (06/05/2026).

Susilaningsih mengakui ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan CKG di Kulon Progo. Utamanya adalah dari masyarakat sendiri, yang enggan memanfaatkan program CKG tersebut.

Padahal, CKG menjadi penting karena menjadi deteksi dini terhadap risiko kesehatan yang bisa terjadi pada masyarakat. Apalagi seluruh proses dan fasilitasnya diberikan secara gratis.

"Makanya dengan adanya kenaikan target ini, kami harus menyiapkan strategi dengan melibatkan semua pihak," kata Susilaningsih.

Baca juga: Penjelasan Kemendikdasmen Soal Isu Guru Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri Mulai 2027

Agar sasaran CKG bisa tercapai sesuai target, Dinkes Kulon Progo memperluas layanan CKG tak hanya di Puskesmas, tapi juga di luar gedung. Namanya adalah CKG Komunitas yang disediakan dalam berbagai bentuk paket pemeriksaan.

Susilaningsih juga mengatakan akan memperkuat sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya deteksi dini risiko kesehatan lewat CKG.

Termasuk melibatkan perangkat daerah hingga tingkat bawah agar sosialisasi bisa lebih optimal.

"Kami harus melibatkan klinik hingga advokasi ke masyarakat serta Panewu dan Lurah agar bisa membantu sosialisasi," jelasnya.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan akan mengandalkan momen Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) untuk sosialisasi CKG. BBGRM 2026 dilaksanakan selama bulan Mei ini.

Ia ingin masyarakat tahu serta paham akan pentingnya program CKG bagi mereka. Terutama bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi, agar bisa mendapatkan penanganan dini.

"Kami juga telah mengaktifkan lagi status PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) milik warga yang memiliki risiko kesehatan tinggi," kata Agung beberapa waktu lalu.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved