Modus Cek Kesehatan Palsu: Pasutri "Bansos" Tilap Perhiasan Lansia!

Pasutri itu berkeliling ke perkampungan di wilayah Wonosobo, Sleman, Kebumen dan Kota Yogya untuk mencari sasaran aksinya.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Kasihumas Polresta Sleman AKP Salamun didampingi Kanit Reskrim Polsek Moyudan, Aiptu Totok Subiyantoro saat menyampaikan keterangan kasus pencurian cincin modus tipu-tipu data bantuan di Markas Polsek Moyudan, Kamis (5/3/2026) 

Ketika sedang menyapu korban didatangi dua pelaku. 

"Pelaku bertanya kepada korban, apakah korban sendiri di rumah atau ada orang lain. Dijawab oleh korban, sendirian," kata Salamun, Kamis (5/3/2026). 

Mendengar jawaban korban, pelaku lalu bertanya lagi apakah sudah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Korban menjawab belum dapat. 

Pelaku kemudian berpura-pura menawarkan supaya korban mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan persyaratan korban menyerahkan fotokopi KTP dan KK sebanyak lima lembar.

Korban mengiyakan dan berharap bantuan bisa cair. 

Dalam prosesnya, pelaku juga menawarkan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada korban dan meminta korban duduk di teras. 

Pelaku lalu berpura-pura memeriksa kesehatan korban dengan menempelkan alat berbentuk pipih bulat yang terbuat dari karet di lengan korban. 

Saat ditempelkan, alat tersebut berdenyut. Denyutan itu menjadi alasan bagi pelaku untuk meminta korban melepaskan cincinnya, agar tidak berdenyut. 

"Korban melepaskan cincin dan meletakkannya di meja," ujar dia. 

Setelah itu, pelaku meminta korban berganti baju dengan alasan hendak difoto. 

Korban lalu masuk ke dalam rumah untuk berganti baju.

Namun, ketika keluar lagi, korban kaget karena cincin yang ada di atas meja telah hilang. Sedangkan para pelaku juga sudah pergi. 

"Korban kehilangan 3 cincin, dengan total 5 gram atau sekitar harga Rp 15 juta rupiah," jelasnya. 

Kanit Reskrim Polsek Moyudan, Aiptu Totok Subiyantoro mengatakan, suami-istri yang menjadi pelaku pencurian cincin ini sengaja berkeliling dari Wonosobo ke Sleman dan Kota Yogyakarta hingga Kebumen untuk mencari sasaran secara acak. 

Sasarannya adalah lansia yang memakai perhiasan dan tinggal sendirian. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved