Putri Sulung John Tobing Ungkap Wasiat Mendiang sang Ayah

Putri sulung aktivis pro-demokrasi Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau dikenal Tobing, Cathrin Tana Tania mengungkapkan wasiat sang ayah

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
PEMAKAMAN JOHN - Prosesi pemakaman John Tobing di TPU Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (28/2/2026) siang. Pemakaman pegiat pro demokrasi ini dihadiri aktivis dari lintas generasi. 

Ada juga Melki dari pegiat Sosial Movement Institute (SMI), Aktivis Jaringan Anti Korupsi, Tri Wahyu hingga Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. 

Jenazah John tiba di TPU Madurejo sekira pukul 14.00 setelah diberangkatkan dari persemayamannya di Rumah Duka RS Bethesda, Yogyakarta, pukul 13.00 WIB. 

Prosesi pemakaman diawali dengan upacara penghormatan dan lantunan doa dari pendeta dan keluarga.

Isak tangis terdengar ketika peti jenazah John mulai diturunkan ke liang lahat. Puisi dari Afnan Malay, sahabat John, yang terinspirasi dari lagu darah juang mengiringi dengan pilu.

"Dari pulau-pulau samuderanya kaya raya, kemana ikan-ikannya pergi. Dari sawah-sawah tempat padi terhampar, memanen getir," sepenggal puisi Afnan. 

Lagu darah juang juga mengalun pelan, diiringi petikan gitar dan gesekan biola. Lantunan lagu ini menjadi penghormatan terakhir dari para sahabat dan pelayat, yang seakan memeluk jenazah John, menemani dalam peristirahatan abadinya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved