Menu MBG Kering
Titah Sri Sultan HB X: Menu MBG Kering Saat Ramadan Harus Dievaluasi Menyeluruh
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuai sorotan.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Menu MBG yang diterima anaknya Senin (23/2) yaitu roti abon, telur puyuh rebus, keju slice, dan kurma. Sementara, menu yang diterima Selasa (24/2) adalah roti keju, tahu bakso, salak, dan telur asin.
"Roti, tahu bakso itu kan sebenarnya nggak sehat juga. Apalagi telur asin, banyak kandungan garamnya. Jadi lebih baik tidak ada MBG, karena menunya juga nggak bisa disebut bergizi," katanya, Selasa (24/2).
Di sisi lain, putrinya juga tidak terlalu menyukai roti-roti yang diberikan. "Roti-roti gitu kurang suka juga, kadang sampai berjamur karena terlalu lama disimpan. Banyak menu MBG kering yang akhirnya nggak kemakan. Hari Sabtu juga dapat MBG kering, tapi biasanya diberikan hari sebelumnya. Itu menunya juga kurang sehat," sambungnya.
Perhatikan komposisi
Sementara itu, ibu rumah tangga asal Kota Yogya, Rina, tidak mempersoalkan bentuk penyajian, melainkan substansinya. Baginya, pemenuhan asupan gizi seimbang tetap menjadi kunci. “Kalau dilihat sekilas, paketnya memang seperti snack box rapat. Saya tidak mempermasalahkan bentuknya, tapi komposisinya perlu diperhatikan. Anak tetap membutuhkan asupan protein, vitamin, dan serat yang cukup meskipun sedang berpuasa,” tuturnya.
Ia pun lugas mempertanyakan tujuan utama program. “Tujuan program ini kan untuk memastikan anak mendapat makanan bergizi. Kalau isinya didominasi makanan ringan dan gorengan, tentu menimbulkan pertanyaan. Kami berharap ada evaluasi agar kualitas gizinya tetap terjaga,” ucapnya.
Diskursus yang berkembang ini menjadi momentum penting bagi penyelenggara untuk melakukan evaluasi. Transparansi mengenai standar gizi yang digunakan serta peninjauan kembali atas isi paket menjadi langkah yang diharapkan publik agar program Makan Bergizi Gratis tetap relevan dan efektif dalam menjaga kualitas nutrisi generasi penerus, bahkan di tengah adaptasi sekalipun.
Perkuat transparansi
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Gagat Widyatmoko, menegaskan komitmennya untuk memperkuat transparansi pelaksanaan Program MBG di DIY, menyusul sorotan publik terhadap menu kering yang dibagikan selama Ramadan. Ia memastikan penyertaan informasi harga pada setiap paket MBG akan segera dijalankan sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Menanggapi perkembangan tersebut, Gagat menyatakan bahwa penyampaian informasi harga pada menu MBG selama Ramadan pada prinsipnya didukung penuh oleh pihaknya.
“Terkait penyampaian informasi harga pada menu MBG selama bulan Ramadan, pada prinsipnya kami mendukung penuh langkah transparansi tersebut. Kebijakan ini sebenarnya merupakan bagian dari inisiatif BGN yang telah kami sampaikan dalam rapat koordinasi bersama Satgas MBG Provinsi DIY kemarin,” ujarnya, Kamis (26/2).
Ia menegaskan, komitmen itu tidak berhenti pada tataran kebijakan. “Oleh karena itu, BGN Regional DIY tentu saja berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan dimaksud dan telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran SPPG agar segera menindaklanjuti serta mengeksekusi penyertaan informasi harga pada paket MBG Ramadhan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Gagat.
Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan sekaligus menjawab keraguan publik yang berkembang. “Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan akuntabilitas sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program MBG,” ujarnya.
Dengan penambahan informasi harga pada setiap paket, BGN Regional DIY berupaya memastikan pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni menyediakan asupan gizi yang layak bagi para siswa, sembari merespons evaluasi dan perhatian masyarakat secara terbuka.
SIDEBAR
Pakar dorong evaluasi
Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Dr. Merita Arini, MMR, menilai menu MBG kering selama Ramadan kurang memenuhi gizi seimbang.
Beberapa paket MBG kering memang cukup memenuhi angka kecukupan energi, namun protein terbatas, dominan makanan manis atau berbasis tepung, kandungan lemak, dan garam cukup tinggi.
Ada MBG yang memberikan roti, kacang bawang, kacang atom, telur asin, hingga keripik tempe. “Program ini kan dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi ya, tetapi kalau dengan menu seperti itu, belum bisa memenuhi gizi seimbang. Sebagian besar MBG kering berupa roti berbasis tepung atau karbohidrat sederhana. Memang praktis, umur simpan lebih lama, tapi dari perspektif gizi kurang ideal apabila terlalu dominan,” katanya, Kamis (26/2).
| Pakar Kesehatan Masyarakat UMY Dorong Evaluasi Menu MBG Kering, Pastikan Kualitas Gizi Ideal |
|
|---|
| Orang Tua di Sleman Soroti Menu MBG Kering Ramadan: Gizi Dinilai Kurang, Harga Ditaksir Rp7 Ribuan |
|
|---|
| Menu MBG Kering di Bantul Viral, Klaim Nilai Gizi Sudah Sesuai, Muncul Komplain Kroket Kecut |
|
|---|
| Perlukah MBG Kering Saat Ramadan? Begini Tanggapan Orang Tua Siswa di Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-X-di-Kompleks-Kepatihan-Yogyakarta-Kamis-2622026.jpg)