Menu MBG Kering
Titah Sri Sultan HB X: Menu MBG Kering Saat Ramadan Harus Dievaluasi Menyeluruh
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuai sorotan.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Ia pun berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait bisa lebih teliti dalam menjaga kebersihan makanan yang akan disajikan. Apalagi, makanan tersebut akan dikonsumsi oleh pelajar.
Ia turut mengirimkan foto yang menampilkan makanan yang diterima anaknya pada Selasa (24/2). Berdasarkan foto yang dikirimkan ke Tribun Jogja via aplikasi percakapan, makanan yang diberikan berupa roti, belimbing, pastel, dan puding.
"Menurut saya, makanan yang diberikan sangat tidak bisa dikatakan bergizi, roti seperti itu mana ada gizinya," kata MB.
Tidak sesuai anggaran
Ia pun menilai harga dari 1 paket makanan kering tersebut tak setara Rp15 ribu, seperti yang disampaikan selama ini. Ia memperkirakan empat macam makanan tersebut harganya hanya sekitar Rp6 ribu.
Menurut MB, kondisi itu menunjukkan makanan yang diberikan tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan. Apalagi, dengan jenis makanan yang diberikan, yang kandungan gizinya dinilai sangat minim. "Makanan yang saya siapkan sendiri untuk anak saja sebenarnya sudah memenuhi gizi," ujarnya.
MB pun menyatakan rasa kecewa karena makanan yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan alokasi anggaran seperti yang disampaikan. Ia pun berharap ada perbaikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Koordinator Wilayah (Koorwil) BGN Kulon Progo, Aini Ambarwati mengaku sudah mengetahui informasi soal kondisi telur rebus yang kurang layak. Ia pun akan melakukan konfirmasi ke SPPG terkait.
"Kami akan memberikan teguran agar SPPG terkait lebih memperhatikan kualitas menu yang diberikan," kata Aini melalui aplikasi perpesanan instan.
Menurutnya, setiap SPPG memiliki grup diskusi dengan penanggungjawab MBG di sekolah. Lewat grup diskusi tersebut, pihaknya menjaring kritik, saran, masukan dan menjadi media penyebaran informasi terkait MBG.
Aini mengatakan para orang tua pelajar juga bisa menyampaikan keluhan dan kritiknya ke SPPG melalui penanggungjawab MBG di sekolah. Keluhan itu nantinya akan langsung ditanggapi oleh SPPG terkait. "Kami atas nama BGN tentu tidak ingin hal serupa terjadi lagi, dan SPPG terkair harus melakukan evaluasi secara menyeluruh," jelasnya.
Pertanyaan orang tua
Sementara, orang tua siswa SMP di wilayah Moyudan, Sleman, H. Sutadi, mengatakan pihaknya menerima paket MBG hanya berisi telur ayam, jambu, puding dan roti pada pelaksanaan MBG Rabu (25/2) ini. Ia mencoba mengalkulasikan paket tersebut dengan harga eceran, di mana harga telur ayam Rp1.900/butir, buah jambu Rp2.000-2.500/biji, puding Rp1.000 sedangkan roti Rp2.000/bungkus. Jika ditotal hanya berkisar Rp7.000-7.500 per paket.
"Apakah ini sesuai dengan manajemen dari BGN atau bagaimana," ujar dia, mempertanyakan, Kamis (26/2).
Sutadi juga mempunyai anak yang sekarang bersekolah tingkat SMA. Menurut dia, MBG tingkat SMA juga tidak lebih baik. Ia menunjukkan foto paket MBG kering yang diterima dari sekolah SMA anaknya.
Paket tersebut berisi empat item, yaitu kacang kapri, lima buah kelengkeng, roti dan abon yang dikemas ukuran kecil. Ia menaksir harga paket tersebut juga sekira Rp6-7 ribu.
Orang tua murid lainnya, Fika (37), mengatakan, selama Ramadan tidak perlu ada MBG, meskipun bentuknya makanan kering. Alasannya, menu yang diberikan kurang bergizi.
| Pakar Kesehatan Masyarakat UMY Dorong Evaluasi Menu MBG Kering, Pastikan Kualitas Gizi Ideal |
|
|---|
| Orang Tua di Sleman Soroti Menu MBG Kering Ramadan: Gizi Dinilai Kurang, Harga Ditaksir Rp7 Ribuan |
|
|---|
| Menu MBG Kering di Bantul Viral, Klaim Nilai Gizi Sudah Sesuai, Muncul Komplain Kroket Kecut |
|
|---|
| Perlukah MBG Kering Saat Ramadan? Begini Tanggapan Orang Tua Siswa di Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-X-di-Kompleks-Kepatihan-Yogyakarta-Kamis-2622026.jpg)