Menu MBG Kering
Menu MBG Kering di Bantul Viral, Klaim Nilai Gizi Sudah Sesuai, Muncul Komplain Kroket Kecut
Menu kering tersebut mendapatkan ragam komentar dari pengguna media sosial soal porsinya dan keraguan warganet perihal kadar gizi
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Unggahan foto menu makan bergizi gratis (MBG) kering edisi ramadan di media sosial @merapi_uncover menuai banyak komentar dari warganet, termasuk pertanyaan mengenai kandungan gizinya.
Menu MBG kering itu dibagikan SPPG kepada sekolah-sekolah di DIY termasuk di Kabupaten Bantul.
MBG baru-baru ini memang berupa menu kering. Pasalnya saat ini sedang momen puasa Ramadan 2026 sehingga diharapkan akan dikonsumsi siswa saat buka puasa.
Namun, kondisi menu kering tersebut mendapatkan ragam komentar dari pengguna media sosial soal porsinya dan keraguan warganet perihal kadar gizi menu MBG tersebut.
Penelurusan Pemkab Bantul
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, menanggapi kejadian itu.
Pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap salah satu menu yang diunggah di media sosial tersebut. Menu itu disajikan oleh SPPG 2 Pendowoharjo, Kapanewon Sewon.
Dari hasil penelusurannya juga ditemukan adanya satu sekolah di Bantul yakni SMKN 1 Sewon yang komplain ke pihak SPPG 2 Pendowoharjo.
Komplain itu tidak disampaikan ke media sosial, melainkan langsung disampaikan melalui pesan WhatsApp dari sekolah ke SPPG. Sayangnya, ia tidak membeberkan detail komplain tersebut.
Klaim gizi sudah dihitung
"Kami sudah mengutus staf. Kemudian cek dan konfirmasi di lokasi. Kemudian, kami pertemukan dengan SPPG dan sekolah untuk menjelaskan kenapa seperti ini menunya. Ternyata menu itu kan sudah dihitung gizinya oleh pihak SPPG dan informasinya sudah clear (masalah selesai)," katanya, Selasa (24/2/2026).
Menu yang ada dalam postingan media sosial dan komplain SMKN 1 Sewon itu ternyata sama yakni kroket kentang, onde-onde kacang hijau, salak pondoh, dan telur rebus.
Menu itu dirancang oleh ahli gizi SPPG 2 Pendowoharjo pada 19 Februari 2026 dan disetujui oleh Kepala SPPG bersama akuntannya. Kemudian dibagikan ke sekolah pada Senin (23/2/2026).
Dari hasil penelurusannya, nilai gizi MBG yang dibagikan oleh SPPG 2 Pendowoharjo dianggap sesuai takaran dikarenakan terdapat analisis kandungan berupa protein, lemak, dan sebagainya dari masing-masing komponen menu MBG.
Pastikan standar gizinya
Kendati begitu, pihaknya berharap, kepada SPPG untuk dapat memastikan kandungan gizi sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bahkan, apabila terdapat komplain, diharapkan dapat segera diselesaikan secara internal.
"Kami juga mendorong PIC sekolah dan masing-masing kepala SPPG sama sekali tidak ada hambatan (dalam melakukan komunikasi), sehingga ketika terjadi komplain dan kekurang puasan dengan menu pada saat itu juga terselesaikan," tutur Hermawan.
Sebagai langkah antisipasi kejadian serupa, pihaknya menekankan kepada koordinator MBG yang ada di Bumi Projotamansari untuk menyampaikan terkait kepastian ukuran, kualitas, dan standar gizi tepat kepada masing-masing SPPG. Dengan begitu, peristiwa serupa tidak dapat terjadi kembali.
| Titah Sri Sultan HB X: Menu MBG Kering Saat Ramadan Harus Dievaluasi Menyeluruh |
|
|---|
| Pakar Kesehatan Masyarakat UMY Dorong Evaluasi Menu MBG Kering, Pastikan Kualitas Gizi Ideal |
|
|---|
| Orang Tua di Sleman Soroti Menu MBG Kering Ramadan: Gizi Dinilai Kurang, Harga Ditaksir Rp7 Ribuan |
|
|---|
| Perlukah MBG Kering Saat Ramadan? Begini Tanggapan Orang Tua Siswa di Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menu-MBG-Kering-di-Bantul-Viral-Klaim-Nilai-Gizi-Sudah-Sesuai-Muncul-Komplain-Kroket-Kecut.jpg)