Sinkhole di Popohan Kalibawang Kulon Progo Kembali Terbuka Setelah 2 Tahun Aman Usai Ditimbun

Tanah ambles di Padukuhan Popohan Kulon Progo kembali terjadi diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi selama hampir sepekan terakhir.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
PENINJAUAN - Rombongan dari Pemerintah Kapanewon Kalibawang saat meninjau sinkhole di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kulon Progo, Kamis (26/02/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tanah ambles alias sinkhole di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo kembali terbuka, Rabu (25/2/2026)
  • Sinkhole terjadi diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi selama hampir sepekan terakhir
  • Bagian tanah yang ambles memiliki diameter sekitar 3 meter dengan kedalaman yang terlihat antara 4 sampai 5 meter. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tanah ambles alias sinkhole di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo kembali terbuka.

Padahal, lubang tersebut telah ditimbun tanah dan aman sejak kejadian terakhir pada 2023 silam.

Sinkhole tersebut berada persis di sebelah rumah milik Karyo Dimejo (70), warga setempat.

Dukuh Popohan, Restu Bayu Permadi, mengatakan tanah ambles terjadi pada Rabu (25/02/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Kami bersama warga langsung bergerak untuk melakukan penanganan begitu tanah ambles terjadi," kata Bayu ditemui di lokasi.

Diduga Akibat Curah Hujan Tinggi

Ia menduga tanah ambles kembali terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi selama hampir sepekan terakhir.

Apalagi di wilayah tersebut merupakan tanah gerak yang cenderung labil.

Menurut Bayu, bagian yang ambles memiliki diameter sekitar 3 meter dengan kedalaman yang terlihat antara 4 sampai 5 meter.

Ukurannya kurang lebih masih sama saat kejadian tanah ambles pada 2023 silam.

"Sampai sekarang tanahnya masih turun terus, apalagi diperkirakan kedalamannya mencapai lebih dari 50 meter," ujarnya.

Baca juga: Koorwil BGN Kulon Progo Pastikan MBG Selama Ramadan Tetap Bergizi, Bisa Pilih Menu Kering Atau Basah

Bayu mengatakan warga bergotong-royong membuat parit di sekitar sinkhole.

Tujuannya agar air hujan tidak masuk ke bagian dalam sinkhole yang bisa membuatnya semakin ambles.

Terpal pun disiapkan untuk menutup area sinkhole agar tidak terkena air hujan.

Kordinasi dengan BPBD

Koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Banjararum juga telah dilakukan agar berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo untuk tindak lanjutnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved