Kulon Progo Sukses Turunkan Jumlah Pengangguran, Terima Insentif Rp 3 Miliar dari Pusat
Pemkab Kulon Progo mendapatkan penghargaan bergengsi dari Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 untuk Regional Jawa-Bali
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mendapatkan penghargaan bergengsi dari Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 untuk Regional Jawa-Bali pada Kamis (04/06/2026).
Ajang tersebut digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Penghargaan yang diterima adalah sebagai Terbaik 1 Nasional dalam Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran untuk tingkat Kabupaten. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan.
Agung menjelaskan penilaian untuk penghargaan tersebut didasarkan pada kajian Badan Pusat Statistik (BPS) dan dilengkapi dengan verifikasi langsung di lapangan. Sehingga penilaiannya dipastikan bersifat sangat obyektif.
"Penurunan angka pengangguran di Kulon Progo juga menjadi yang terbesar di DIY di 2026 ini," ujarnya memberikan keterangan pada Jumat (05/06/2026).
Berkat penghargaan tersebut, Pemkab Kulon Progo menerima insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp 3 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membiayai program pengentasan pengangguran dan kemiskinan.
Baca juga: Dugaan Malapraktik Balita di RSUD Prambanan, Pemkab Sleman Gandeng IDAI dan PERSI untuk Audit Medis
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo, Bambang Sutrisno mengatakan persentase pengangguran di wilayahnya stabil di kisaran 2 persen. Kondisi ini terjadi selama 4 tahun berturut-turut.
"Tingkat pengangguran terbuka Kulon Progo juga menunjukkan tren yang cenderung menurun," kata Bambang.
Pada 2021 lalu, angka pengangguran di Kulon Progo sempat menyentuh 3,69 persen. Namun di tahun 2025, angka pengangguran turun menjadi tinggal 2,14 persen, meski naik tipis dari tahun 2024 yang mencapai 2,01 persen.
Bambang bahkan menyebut angka pengangguran di Kulon Progo lebih baik dari DIY, bahkan nasional. Angkanya terlihat jelas dari tingkat pengangguran di 2024 lalu.
"Pada 2024, angka pengangguran di Kulon Progo sekitar 2,01 persen, jauh di bawah rata-rata DIY sebesar 3,48 persen dan nasional sebesar 4,91 persen," jelasnya.(alx)
| Investigasi Inspektorat DIY Soal Dugaan Penahanan Ijazah Masih Tunggu Bukti |
|
|---|
| Efek Ekonomi Embarkasi Haji Belum Terasa, DPRD Kulon Progo Dorong Pemkab Lakukan Skema Ini |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Jadi Penyumbang Inflasi DIY Mei 2026 |
|
|---|
| Efek Jera untuk Geng Pelajar: Kalau Orang Tua Sudah Tidak Bisa Mengatasi. . . |
|
|---|
| BPS DIY Jamin Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi 2026, Pengusaha Tak Perlu Cemas Soal Pajak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kulon-Progo-Sukses-Turunkan-Jumlah-Pengangguran-Terima-Insentif-Rp-3-Miliar-dari-Pusat.jpg)