Satu Tahun Harda-Danang di Sleman, Perbaikan Jalan Rusak-Gelap Perlu Tancap Gas
Masyarakat Sleman menaruh harapan besar pada perbaikan infrastruktur, utamanya pada perbaikan jalan rusak dan gelap.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memasuki satu tahun kepemimpinan Harda-Danang sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sleman, masyarakat menaruh harapan besar pada perbaikan infrastruktur, utamanya pada perbaikan jalan rusak dan gelap.
Perbaiki jalan rusak
Meski visi dalane alus lan padang mulai diimplementasikan, warga berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman di tahun ini segera tancap gas memperbaiki jalan rusak dan menambah penerangan jalan umum (PJU) demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Di sisi lain, sektor pelayanan dianggap sudah cukup baik. Mulai dari perizinan hingga urusan Administrasi Kependudukan (Adminduk), masyarakat Sleman kini merasa lebih dimudahkan.
"Kemarin KTP ibu rusak, ngurus di gedung MPP (mal pelayanan publik) bisa langsung jadi. Saya urus persyaratan buat Mbiz juga mudah. Jujur apa-apa gampang," kata M. Dimas, warga Tridadi, Sleman, Kamis (19/2/2025).
Jika dinilai secara angka, pelaku usaha es pisang ijo ini menyematkan angka 8-9 untuk pemerintahan sekarang. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada catatan untuk kepemimpinan satu tahun Harda- Danang.
Kurangi acara seremonial
Warga Sariharjo, Ngaglik, Baharudin Kamba berharap ke depan ada peningkatan integritas seluruh ASN di Sleman termasuk kepala daerah. Caranya, Pemkab Sleman dapat mengurangi acara seremonial yang tidak perlu dan terkesan menghamburkan anggaran ditengah efisiensi yang tengah jadi jargon pemerintah pusat.
Aduan dan keluhan warga, terutama yang langsung bersentuhan dengan pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan dan pelayanan adminduk juga harus direspons cepat. Program prioritas perbaikan dan penerangan jalan juga perlu segera dilakukan.
"Jalan-jalan yang rusak dan gelap (harapannya) perlu segera diperbaiki.Jangan ada kesan 'lempar handuk', itu merupakan kewenangan provinsi atau nasional karena keselamatan warga menjadi hal yang utama," katanya.
Visi Misi Mulai Berjalan
Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda memastikan visi misi Bupati-Wakil Bupati, Harda - Danang di Kabupaten Sleman mulai berjalan optimal di tahun 2026 ini. Ia mengungkapkan, Harda - Danang dilantik serantak di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Saat itu tata kelola anggaran, APBD 2025 sudah direncanakan dan disahkan oleh Kustini- Danang (Bupati-Wakil Bupati sebelumnya). Anggaran 2025 sebagai pedoman dan kegiatan Harda - Danang adalah RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dan RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah) Bupati Kustini - Danang.
"Berarti sampai belum disahkankannya APBD Perubahan 2025 kinerja Harda - Danang menjalankan RPJM Kustini - Danang, sehingga ini tidak bisa menjadi bagian utama parameter kinerja Harda - Danang setelah 1 tahun dilantik," kata Gustan.
Kinerja pemerintahan Harda - Danang mulai terlihat ketika APBD Perubahan 2025 disahkan. Saat itu beberapa progam prioritas mulai dijalankan. Walau belum optimal tetapi kinerjanya dianggap lansung tancap gas. Jalan rusak, jalan berlubang dan lampu penerangan direspon dengan cepat. Gustan mengatakan, DPRD Sleman telah bersepakat dengan Bupati dan Wakil Bupati melalui APBD 2026 program prioritas segera digas pol.
Di Bidang Infrastruktur misalnya, janji progam prioritas dalane alus dalane padang mulai mendapatkan porsi prioritas anggaran.
"Kedua progam ini ada lonjakan (anggaran) Rp 130 milyar lebih. Komitmen ini akan mempercepat penyelesaian masalah jalan alus dan padang," kata Gustan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman ini mengatakan, Pemerintah Harda Danang konsen di bidang pendidikan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Progam prioritas 1 keluarga miskin 1 sarjana mulai masif digulirkan. Biaya kuliah yang didanai oleh APBD Kabupaten Sleman ini pada tahun 2025 hanya sebesar Rp 8 milyar dan di 2026 ditambah menjadi Rp 20 milyar.
Di bidang sosial, pemerintah juga sudah gerak cepat. Warga tidak mampu yang BPJS nya dinonaktifkan segera direspon cepat Dinas Sosial. Jaring pengaman sosial (JPS) untuk mengatasi permasalahan kemiskinan telah dianggarkan Rp 13 milyar.
" Harda Danang juga segera merealisasikan anggaran per Padukuhan yang sudah ditetapkan 25 per padukuhan, total Rp 30 milyar 300 juta. Namun anggaran ini menunggu aturan untuk peruntukan skema hibahnya," ujar dia.(*)
| Kim Kurniawan: Kemenangan Lawan Barito Putera Jadi Kunci PSS Sleman untuk Promosi |
|
|---|
| PSS Sleman Siap Hadapi Laga Krusial Kontra Barito Putera, Penentu Perburuan Tiket Promosi |
|
|---|
| Sekolah Terdampak Tol Jogja–Solo, SD Nglarang Pindah ke Lahan Baru Seluas 4.800 m² |
|
|---|
| Warga Sleman Lega, Pemerintah Beri Kepastian Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 |
|
|---|
| SDN Nglarang Sleman Bakal Direlokasi Karena Terdampak Proyek Tol, Lahan Pengganti Mulai Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketika-Warga-Tumpah-Ruah-Sambut-Harda-Danang-Hari-Pertama-Ngantor-di-Pemkab-Sleman.jpg)