Ketua BEM UGM Diteror

Awal Mula Rentetan Teror ke Ketua BEM UGM hingga Pihak Kampus Siap Pasang Badan

Tiyo menceritakan sejumlah teror diterima setelah BEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
TEROR - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, saat menyampaikan orasi dalam aksi Karaoke WNI Mumet yang digelar oleh Komunitas Suara Ibu Indonesia di Yogyakarta di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026). Tiyo mendapat rentetan teror setelah pengiriman surat Ironi Tanah Air ke UNICEF. 

Pesan tersebut masuk terus-menerus.

“Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”. demikian bunyi beberapa pesan yang masuk ke gawani Tiyo.

Pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda.

Pertama kali, teror itu diterima Tiyo pada Senin (9/2/2026).

Ada sekitar enam nomor asing yang terus menghubunginya, namun tidak ditanggapi.

Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan.

Sayangnya, dua sosok bertubuh tegap itu hilang ketika dikejar.

Teror Serupa

Tiyo menjelaskan teror-teror serupa juga beberapa kali diterima.

Ia pernah menerima teror dengan pemasangan fotonya di TKP Abu Bakar Ali dengan tulisan antek asing.

Teror juga dialami usai BEM UGM menggelar aksi memasang wajah Presiden Prabowo di tubuh sapi, sebagai bentuk protes atas program MBG.

Teror penculikan juga dialami oleh Tiyo saat di kereta, pasca aksi demo besar-besaran pada Agustus lalu. 

“Tapi yang kali ini memang gelombangnya lebih tinggi terornya,” ujarnya.

Ia menilai teror yang diterima merupakan bahasa kekuasaan. 

Menurut dia, apapun ekspresi rakyat yang cinta pada bangsanya harus dilindungi. 

“Tidak boleh dianggap sebagai ancaman. Ketika orang yang peduli pada bangsa yang dianggap ancaman, maka orang-orang yang akan bertahan adalah mereka yang cenderung menjajah negaranya dengan cara memperbaiki mulutnya supaya Bapak senang, supaya Bapak Presiden senang,” lanjutnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved