Kolaborasi Presisi Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di DIY

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Yogyakarta.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/dok. Istimewa
DISKUSI - Suasana diskusi panel kolaborasi presisi dalam menjamin keamanan MBG, Kamis (12/2/2026) 

"Penjamah makanan adalah garda terdepan dalam pengolahan pangan. Mereka harus memiliki sertifikat keamanan pangan agar pengolahan sesuai standar higiene sanitasi," tambahnya.

Apresiasi

Kepala KPPG Region DIY, Harosno Budi Waluyo, mengapresiasi Polda DIY atas terselenggaranya diskusi panel ini.

Menurutnya, koordinasi yang presisi sangat penting untuk memastikan hak anak Indonesia atas pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis.

"MBG adalah hak anak Indonesia. Dengan koordinasi yang lebih presisi, kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas layanan, mulai dari rantai pasok, proses produksi, hingga distribusi makanan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 385 SPPG yang telah siap beroperasi di DIY, namun yang sudah aktif beroperasi sebanyak 323 SPPG.

Jumlah penerima manfaat per SPPG dibatasi maksimal 3.000 orang.

"Ke depan, dengan bertambahnya jumlah SPPG, setiap unit akan melayani lebih sedikit penerima manfaat. Dengan begitu, proses produksi dan distribusi menjadi lebih mudah, dan risiko terhadap keamanan pangan bisa semakin ditekan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved